2 Penghadang Ahok Di Lenteng Agung Diamankan, Keluarganya Marah-Marah

Jumat, 06 Januari 2017 - 19:47
Yakub Sobirin

Kampanye calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengalami aksi penolakan. Ada dua orang yang melakukan aksi ini saat Ahok kampanye diGang Pepaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dua penghadang ini lalu diamankan polisidari Polsek Jagakarsa.

Hal ini membuattiga orang yang mengaku sebagai keluarga penghadang Ahok tersebut tak terima anggota keluarganya diamankan polisi. Dua pria dan seorang wanita itu terlihat marah-marah dan menunggu kedatangan Ahok dari luar jalan. Mereka menolak Ahok menyambangi kawasan Lenteng Agung.


"Kami nolak. Warga Lenteng Agung menolak (Ahok)," kata Yakub Sobirin yang mengaku sebagai ayah Nahwan Hadi, seorang pria penghadang kampanye Ahok, Jumat (6/1/2017).

Saat ditanya alasannya menolak kedatangan Ahok, Yakub tak mau menjelaskan detail. Bukan kali ini saja kampanye Ahok ditolak warga. Sebelumnya, warga menolak kedatangan Ahok terkait kasus dugaan penodaan agama. Dalam kasus ini, Ahok berstatus terdakwa.

"Enggak usah ditanya (alasannya). Pokoknya gue tolak," ujar Yakub dengan nada tinggi.

Yakub merasa kesal. Sebab, menurut dia, rencana kampanye Ahok ini tidak dikoordinasikan dengan warga setempat. Yakub mengaku telah menanyakan rencana kedatangan Ahok tersebut kepada pengurus RW 3 dan RT 11. Informasi kedatangan Ahok baru didapat setelah dia menayakan langsung ke Lurah Lenteng Agung. Menurut dia, Lurah Lenteng Agung menjelaskan bahwa Ahok hanya ingin meninjau Kali Ciliwung.

"Begitu saya tanya RW yang punya wilayah, kok enggak tahu. Saya tanya RT, Pak RT juga enggak tahu. Lurahnya saya tanya langsung," kata Yakub.

Selain Yakub, seorang wanita yang mengaku kakak Nahwan, Ani Maryani, terlihat geram dengan perlakuan petugas kepolisian kepada adiknya. Bahkan, Ani sampai menangis karena melihat nasib sang adik yang diamankan polisi. Dia juga terlihat terus menggumam kesal melihat kedatangan Ahok.

"Sudah tahu warga di sini pada anti (Ahok). Itu adik saya yang ditangkap, dia cuma apresiasi (pendapat) saja, beda pendapat biasa, ini demokrasi," kata Ani kesal.

Selain itu, lanjut dia, polisi harus membebaskan sang adik. Sebab, sang adik hanya mengungkapkan pendapatnya. Ia menilai Ahok yang seharusnya ditangkap oleh polisi. Polisi kemudian mengamankan mereka menuju tempat tinggal mereka masing-masing.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA