5 Pengakuan Mengejutkan Brigadir Petrus, Polisi Yang Bunuh Dan Mutilasi Anak

Selasa, 01 Maret 2016 - 18:01
Windry Dan Petrus

Brigjen Polisi Arief Sulistyanto, Kapolda Kalbar mengungkap 5 pengakuan mengejutkan Brigadir Petrus Bakus, oknum polisi yang membunuh dan memutilasi kedua anaknya yang masih balita. Petrus ternyata sudah menyiapkan rencana beberapa hari sebelumnya untuk membunuh anaknya, Fabian (4) dan Amora (3).

Petrus membunuh kedua anak kandungnya pada dini hari, Jumat (26/2/2016) di asrama Polres Melawai, Kalbar. Ada lima pengakuan mengejutkan berdasar keterangan Petrus dan istrinya.

1.Petrus Bakus telah menyiapkan kayu bakar untuk membakar anak-anaknya


Selain membunuh dan memutilasi kedua anaknya, Petrus juga berniat membunuh sang istri, Windri. Ia juga berencana membekar anak dan istrinya di belakang rumah.

2. SMS Mesra Dari Wanita Lain

Pembunuhan ini didugasaling cemburu petrus dan sang istri. Dua minggu sebelumnya, Windri menemukan SMS dalam ponsel Petrus dari wanita lain. Kecemburuan Windri ini berbalik arah, giliran Petrus yang cemburu, menduga istrinya punya pria idaman lain.

3.Petrus Menyuruh Orang Buntuti Istri

Petrus yang cemburu, menyuruh seseorang untuk membututi dan memata-matai istri, istrinya marah dibuntuti terus. Windri akhirnya meminta diceraikan.

4. Diselimuti Awn Hitam Dengan Makhluk Kekar

Seminggu sebelum mutilasi, Petrus minta seseorang tuk dibelikan parang, ia beralasn mau menebas rumput di halaman belakang. Petrus mengaku saat menebas rumput, tiba-tiba ia melihat awan hitam menyelimuti dirinya. Dalam awan ini, ia melihat puluhan makhluk bertubuh kekar.

5. Ngomong Ke Anaknya Akan Membunub Sang Istri

Petrus pernah menyampaikan akan membunuh Windri sang istri pada dua anaknya. Kedua anaknya kemudian menyampaikan perkataan sang ayah kepada ibu mereka, "Ma, kata papa, mama mau dibunuh papa. Benarkah ma?" kata anak-anak mereka. Perihal pernyataan Petrus, dinyatakan dua kali, pertama disampaikan Amora (anak bungsu) dan tiga hari sebelumnya disampaikan kembali oleh Pebian. Tapi perkataan kedua bocah ini tak ditanggapi ibunya, lantaran dianggap omongan anak kecil.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA