Ahok Mengungkap Ancaman Pihak Yang Memnta Mundur Dari Pilkada 2017

Jumat, 11 November 2016 - 15:49
Ahok

Belakangan ini nama calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi bahan perbincangan masyarakat. Ahok diterpa masalah pidato yang dilakukannya saat berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Salah satu dampaknya adalah demonstrasi 4 November lalu, Ahok pun datang ke Bareskrim untuk diperiksa.


Ahok juga membenarkan jikaadanya pihak yang memintanya mundur dari penyalonan pada Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017. Ahok sebut pihak yang memintanya mundur karena takut dirinya terpilh lagi di Pilkada, kemudian melanjutkan masa jabatannya pada periode 2017-2022.

"Jadi kalau saya mundur artinya apa? Lama-lama saya jadi mikir, jadi ini bener waktu suruh saya mundur, ini cuma ujung-ujungnya cuma takut Ahok jadi gubernur lagi. Takut amat sih gue jadi gubernur?" ucap Ahok di kediamannya, Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (11/11/2016) malam.

Ahok enggan mengungkapkan siapa pihak yang memintanya mundur. Terutama dengan alasan telah membuat suasana negara tak kondusif, setelah kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

"Ada lah. Saya enggak usah ngomong. Kan lucu lah. Kenapa mesti suruh saya mundur, kan lucu. Itu sesudah Al Maidah," ungkap Ahok.

Ia mengungkapkan alasan pihak tersebut memintanya mundur. Selain membuat suasana tak kondusif, pihak itu beralasan, demonstrasi akan terus berlanjut sebelum Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turun dari tahtanya.

"Ya alasannya, mereka akan turun. Akan ada demo terus. Presiden bisa diturunkan. Ini bisa jadi tidak terkendali ini. Jakarta ini. Orang akan datangi masa terus menerus. Berhari-hari. Makin kacau," imbuh Ahok.

Ahok mengaku tidak tahu, apakah demonstrasi akan menjadi besar, kemudian dapat menurunkan Jokowi.

"Saya enggak tahu. Mereka cuma kira, intinya gini aja, bahwa mereka akan membuat kerusuhan, artinya bukan rusuh ya. Nantinya mereka akan demo," tutup Ahok.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA