Ahok Merasa Malu Pada Dokter Otto Dan Ingin Bertemu, Ini Alasan Ahok

Senin, 11 September 2017 - 18:24
Otto Dan Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menulis surat kepada Dokter Otto Rajasa yang senasib dengan dirinya, yakni sama-sama terjerat kasus penistaan agama dan divonis dua tahun penjara.

Dalam surat yang beredar di media, Ahok mengatakan, jika apa yang ia alami tak sebanding dengan yang dijalani oleh Dokter Otto. Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini juga memberikan dukungan kepada Otto dan istrinya Aliyah, serta berharap suatu saat mereka bisa bertemu. Berikut isi surat Ahok untuk Dokter Otto dan Aliyah.


Untuk dr. Otto dan dr. Alia
Terima kasih dukungannya

Ahok Mako Brimob
31-8-2017

Yth dr. Otto dan dr. Alia

Saya merasa malu dengan apa yang dr. Otto jalani, ternyata saya belum ada apa-apanya dibandingkan dokter yang harus dipenjara karena tidak menyatakan yang salah. Kalau saya memang menyatakan dan tidak menerima memilih pemimpin berdasarkan SARA bukan BTP.

Saya harap dokter kuat, sabar dan diberi damai sukacita dari Tuhan untuk istri dan anak-anaknya (Maaf saya ingat ada 1 anak apa 2?). Saya tidak baca berita maupun nonton TV disini.

Harap satu hari kita bisa bertemu.

Salam BTP.

Seperti diketahui, Ahok kini menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah pada sidang putusan kasus penistaan agama pada 9 Mei 2017 lalu, ia divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena dinilai terbukti melanggar Pasal 156a KUHP, terkait pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Senasib dengan Ahok, Dokter Otto divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 26 Juli 2017, dalam kasus penistaan agama. Ia dianggap terbukti melanggar melanggar pasal 28 (2) Jo pasal 45 (2) UU ITE No 11 tahun 2008, tentang penyebaran informasi kebencian berdasarkan unsur SARA.

Kasus Otto bermula dari kicauan di akun Facebook-nya pada 4 November 2016. Saat itu, ia melontarkan pernyataan satir dengan mengkritik aksi unjuk rasa di ibukota yang menuntut penegakkan hukum atas Ahok di kasus penistaan agama. Dalam kritiknya, pria yang mengidolai Ahok itu mengatakan bahwa ibadah haji tak harus lagi ke Mekah, cukup di Jakarta saja.

Masjid Istiqlal, menurut Otto, mewakili Masjidil Haram, Sai Safa Marwa disimbolkan sebagai aksi berjalan dari Istana Presiden ke Istiqlal, lempar jumrah bisa diwakili melempar lukisan Ahok, hingga mencium hajar aswad disimbolkan dengan mencium mobil Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA