Ahok Soal Kalijodo : Mana Ada Pemerintah Kalah Sama Preman

Kamis, 11 Februari 2016 - 14:30
Ahok

Rencana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk membongkar kawasan prostitusi Kalijodo disangsikan oleh banyak orang. Kawasan prostitusi di Penjaringan, Jakarta Utara dibekingi oknum-oknum preman yang tak mau tempat ini dibongkar. Meski demikian, Ahok yakin jika pihaknya akan membongkar kawasan Kalijodo ini, termasuk siap menghadapi pihak yang menjadi bekingan.

"Mana ada sih negara kalah sama preman," tegas Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/2).


Ahok rencananya akan melibatkan para personil kepolisian maupun TNI untuk pembongkaran Kalijodo. Bahkan, ribuan Brimob bersenjata lengkap pun siap diturunkan.

"Ya jangan 1 atau 2 orang lah, dikirimnya pasukan dong. Kalau dia seribu, kita beribu-ribu Brimob senjata lengkap kok (dikirimkan)," katanya.

Seperti diketahui, kawasan prostitusi Kalijodo, keberadaannya mengganggu saluran air. Kawasan Kalijodo, terdapat sebanyak kurang lebih 3.000 jiwa yang menetap. Terdapat 65 tempat hiburan malam, yang masing-masing memperkerjakan 5 sampai 6 wanita malam.

Tarifnya, setiap wanita malam, sebesar Rp 150.000 per jam. Dengan biaya Rp 30.000 untuk sewa kamar dan Rp 20.000 untuk calo yang mempertemukan perempuan penghibur dengan pengguna jasanya.

Kalijodo sendiri, sudah mulai ramai sejak tahun 1960-an. Saat itu, terdapat dua tempat hiburan malam di kawasan Kalijodo. Yaitu, di sebelah Barat dan kedua di sisi Timur yang saat ini masih bertahan.

Pada tahun 1966, terdapat musibah yaitu sepasang calon pengantin yang tewas tenggelam saat mandi di kali tersebut. Kali itulah yang kini disebut Kalijodo.

Kemudian, pada tahun 1980-an disaat kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, prostitusi itu dipindah ke kawasan Kramat Tunggak, Koja, Jakarta Utara.

Kramat Tunggak itu sendiri, saat ini sudah menjadi lokasi keagamaan, yakni Jakarta Islamic Centre (JIC).

Ahok Soal Kalijodo : Mana Ada Pemerintah Kalah Sama Preman






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA