AKBP Albert Natalan Malah Dicaci Maki Politisi PDIP

Rabu, 30 Desember 2015 - 13:48
Herman Hery

Hal tak menyenangkan dialami oleh AKBP Albert Neno,Kasubdit Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) di malam Natal, 25 Desember 2015. Saat merayakan malam Natal bersama keluarga dan kerabat, ia menerima telepon tak menyenangkan dari Herman Hery, politikus PDIP yang menjadianggota Komisi III DPR. Albert mengaku mendapat dampratan dan makian dari Herman tanpa mengetahui jelas maksudnya.

"Kejadian itu tanggal 25 Desember lalu tepat di malam hari Natal, kebetulan ada saudara datang ke rumah, kita saling bersalaman di rumah saya, kita ngobrol-ngobrol, tiba-tiba ada telepon masuk," kata Neno.


"Kebetulan HP saya saat itu dipegang anak saya, terus dia bilang ini ada telepon pak," tambahnya.

Ponsel miliknya sedikit bermasalah hingga Albert punmengangkat dengan kondisi speaker ponsel menyala. Albert menerima telepon tersebut dengan senang sambil mengucapkan selamat Natal.

"Lalu saya terimalah, saya ucapkan lebih dulu, 'halo selamat malam, selamat natal', nah tiba-tiba langsung dibalas 'hai m****t b*****t, saya ini Herman Hery kenapa kamu tutup usaha saya'," cerita Neno mengulang perbincangannya malam itu dengan si penelepon.

Albert menanyakan usaha apa yang dimaksud dengan Herman, Herman pun menjawab dengan suara meninggi.

"Hai m****t b*****t kenapa kau sita minuman keras orang. Saya sempat bilang, kalau masalah itu yang bapak maksud saya bisa jelaskan, saya minta waktu tapi dia terus bicara," sambungnya.

Makian itu terus saja diulang Herman Hery dalam perbincangan mereka selama lebih kurang 10 menit. Tak cukup memaki, Herman menantang Neno bertemu di hotel miliknya.

"Kau udah hebat dan jago, kalau gitu malam ini kau datang dan ketemu di hotel saya. Ketemu di hotel kau bawa senjata, kau lawan saya, ku akan habiskan kau malam ini," beber Albert meniru ucapan Herman.

Albert coba menanggapi santai kemarahan Herman. Dia bilang tak ada pentingnya membawa senjata kemudian menemuinya.

"Tapi dia kembali mengancam 'kulaporkan punya dir (direktur) mu, saya akan laporkan ke Propam, ke Kapolri biar kamu dicopot'," tambahnya.

Mendapat perbuatan tak menyenangkan demikian, Albert tak tinggal diam. Apalagi, dia tak merasa menutup tempat usaha Herman Hery.

Dia memilih menyelesaikan permasalahan ini lewat jalur hukum. Dia pun sudah meminta izin atas langkah yang diambilnya melaporkan Herman Hery ke Polda NTT ke Kapolda NTT.

"Saya tetap sampaikan proses hukum tetap saya jalankan supaya kita lihat penegakan hukum kita sejauh mana, sudah dilaporkan ke Polda NTT tanggal 26 Desember," jelasnya.

Ditambahkannya, memang beberapa hari sebelum Natal seluruh Polda di Indonesia melakukan operasi pekat. Operasi itu dilakukan jelang Natal dan Tahun Baru, bertepatan pula dengan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kupang.

"Kita operasi sejak 6 Desember sampai 20 Desember. Tetapi selama pelaksanaan operasi, tidak ada masyarakat yang komplain dan tak ada pula yang menyinggung tentang nama Herman Hery, dan kami pun operasi itu gabungan ada timnya dari Provost, Propam, Sabhara, dll tapi selama proses razia itu tidak ada kendala," pungkasnya.

Sumber : merdeka.com






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA