Anak-Anak Kecil Sekarang Ingin Jadi Koruptor Terkenal Dan Masuk TV

Minggu, 29 November 2015 - 12:12
Eddy Tansil

Berita mengenai kasus korupsi dan penangkapan koruptor ternyata berdampak bagi anak-anak, mereka yang tak tahu mengenai buruknya aksi koruptor malah mengidolakan koruptor. Rona Mentari turut menyoroti mengenai bahaya ini, hal ini disampaikan dalam deklarasi para pendongeng di ruang kelas SD Muhammadiyah Menguri, Hargotirto, Kulonprogo.

"Dongeng merangsang imajinasi dan saat ini mereka mengalami krisis imajinasi. Mereka ingin menjadi sosok yang mereka lihat, bukan yang mereka bayangkan. Ngerinya beberapa anak mengaku ingin jadi koruptor karena mereka memiliki uang banyak, sering masuk TV dan terkenal," beber perempuan berhijab tersebut.

Pada tanggal 28 November 2015, para pendongeng di seluruh Indonesia mengumumkan Hari Dongeng Nasional. Hari ini dipilih lantaran bertepatan dengan hari lahir bapak dongeng Indonesia, Drs Suryadi atau akrab disapa Pak Raden. Berpusat di Perpustakaan Kemendikbud Jakarta, deklarasi tersebut dibacakan. Tak hanya di Jakarta, daerah lain juga melakukan hal serupa, seperti di Medan, Lampung, Bandung, Malang, Bali, Maluku dan lain-lain.

Di Yogyakarta, deklarasi dilakukan di ruang kelas SD Muhammadiyah Menguri, Hargotirto, Kulonprogo. Pendongeng muda Yogyakarta, Rona Mentari membaca deklarasi bersama seluruh guru yang hadir di sana. Rona mengatakan jika butuh proses untuk benar-benar merealisasikan 28 November sebagai Hari Dongeng Nasional. Ia minta dukungan berbagai pihak untuk bisa mewujudkan keinginan terbesar para pendongeng Indonesia.

Ia menegaskan jika peran dongeng sangat penting. Dongeng adalah cara mengajar tanpa menggurui. Cara mengajarkan pesan moral melalui dongeng dirasa tepat karena anak-anak dibuat tertarik terlebih dahulu, sehingga nilai yang ada di dalamnya bisa dengan mudah diterima mereka.

Sumber:Tribunnews.com




loading...

BERITA LAINNYA