Anak Kandung Bunuh Ibunya Karena DiperingatkanTak Minum Miras

Selasa, 19 Januari 2016 - 13:50
Jenazah Suciati Ningsih

Suciati Ningsih, ibu berusia 54 tahun ini meninggal dunia secara tragis.warga Jalan Sememi gang VI No 15, Benowo, Surabaya, Jawa Timur ini dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, Sigit (35). Pelaku menusuk ibunya sendiri dengan pisau dapur hingga menghembuskan nafas terakhir.



Mirisnya lagi, perbuatan Sigit yang bekerja sebagai sopir truk itu dilakukan hanya karena dia tersinggung setelah ditegur Suciati lantaran menghabiskan uang hasil penjualan warung untuk pesta minuman keras (miras) dengan teman-temannya.

Aksi penusukan tersebut bermula saat Suciati mendatangi warung kopinya yang berada tidak jauh dari rumahnya pada Minggu (17/1/2016) sekitar pukul 08.00.

Saat itu, Suciati melihat anaknya, Sigit, sedang tidur di warung. Sigit yang bersama anak dan istrinya masih menumpang hidup bersama di rumah ibunya itu tertidur setelah berjaga di warung tersebut pada Sabtu malam (16/1/2016).

Selama ini, warung kopi tersebut memang dijaga bergantian oleh Suciati dan Sigit. Suciati menjaga warung dari pagi hingga sore hari. Sementara Sigit mendapat giliran jaga pada malam hari.

Saat itu, Suciati membangunkan Sigit yang sedang tidur untuk meminta uang hasil penjualan warung semalam.Sebab setelah diperiksa di laci penyimpanan uang, Suciati tidak menemukan sepeser pun uang hasil penjualan warung yang dijaga Sigit.Suciati membangunkan Sigit untuk menanyakan uang tersebut. Setelah dibangunkan berulangkali, akhirnya anak ketiga Suciati ini terbangun.

Saat itulah, Suciati langsung menanyakan uang hasil penjualan warung. Namun setelah mendengar jawaban anaknya, Suciati terkejut karena uang hasil penjualan warung sebesar Rp 350 ribu sudah dihabiskan oleh Sigit.

Padahal, rencananya uang tersebut akan digunakan untuk kulakan warung. Suciati semakin marah lantaran Sigit mengaku kalau uang tersebut dihabiskan untuk membeli miras.

Saat itulah, Suciati langsung memarahi Sigit habis-habisan. Sebab, perbuatan anaknya itu bukanlah kali pertama dilakukan. Bahkan, bapak tiga anak tersebut sebelumnya juga menghabiskan uang warung Rp 300 ribu.

Berbagai omelan pun dilontarkan oleh Suciati. Namun bukannya menyadari kesalahannya, Sigit malah ganti naik pitam dan memarahi ibunya.

Dia langsung menuju ke dapur dan mengambil pisau. Ia kembali menemui Suciati dan menusukkan pisau dapur tersebut sebanyak lima kali ke bagian punggung dan pinggang ibunya.

Karena tikaman tersebut, Suciati langsung terkapar bersimbah darah dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Darma Husada (RS BDH). Namun karena lukanya yang cukup parah, Suciati yang baru 40 hari ditinggal mati suaminya itu langsung dirujuk ke RSU dr Soetomo hingga akhirnya menemui ajal, Senin(18/1/2016).

Kapolsek Benowo Kompol Sofwan menjelaskan bahwa polisi mendapat laporan pembunuhan tersebut dari salah satu tetangga korban. Setelah mendapat laporan, polisi langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat itu, tersangka masih di dalam warung dengan tangan yang berlumuran darah," ungkapnya.

Sofwan menambahkan bahwa Sigit mengakui jika dialah yang telah melakukan penusukan terhadap ibunya. Polisi tidak hanya mengamankan tersangka melainkan juga barang bukti berupa sebilah pisau dapur berlumuran darah.

"Saat ini tersangka sudah kami tahan dan menjalani proses pemeriksaan," tegasnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA