Anies : Ada Yang Minta Lunas Satu Bulan, Nggak Lunas Cabut Mandat, Anies Menyindir Buruh?

Senin, 13 November 2017 - 11:59
Anies-Sandi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kepemimpinannya bersama wakil gubernur Sandiaga Uno yang baru berjalan tiga minggu, tentu belum bisa melunasi semua tuntutan warga.

"PR kita banyak, tapi jangan berharap semua yang dijanjikan lunas dalam 1 bulan. Lho, kita ini (dilantik) memang untuk tugas 5 tahun. Nggak bisa semua selesai dalam 1 bulan. Kami baru (bekerja) 3 minggu," kata Anies di Pulau Pramuka, Kepuluan Seribu, Sabtu (11/11/2017).


Pernyataan Anies ini disampaikan dalam sesi tanya jawab dengan warga Kepulauan Seribu. Pada kesempatan tersebut, warga menagih janji Anies-Sandi untuk membenahi transportasi, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan guru, hingga penyediaan air bersih di Kepulauan Seribu. Menanggapi tuntutan itu, Anies meminta agar warga bersabar, sebab dalam menuntaskan berbagai persoalan di ibukota, membutuhkan waktu yang panjang.

"Ada yang minta lunas satu bulan. Begitu nggak lunas, cabut mandat, nggak bisa semua urusan bisa selesai dalam satu bulan. Kami baru 3 minggu," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Menariknya, meski tak dijelaskan siapa yang mencabut mandat, namun pernyataan Anies ini disampaikan sehari setelah buruh se-DKI menggelar unjuk rasa dan mencabut mandat yang mereka berikan kepada Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 lalu.

Sebelumnya diberitakan, ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, pada Jumat (10/11/2017) kemarin, untuk menolak UMP DKI 2018 sebesar Rp3,6 juta, yang diputuskan Anies pada 1 November 2017 lalu. Sementara buruh menuntut upah sebesar Rp3,9 juta.

Bahkan dalam aksi itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mewakili buruh se-DKI menyatakan, mencabut mandat kepada Anies-Sandi.

"Hari ini atas nama buruh Jakarta, kita nyatakan cabut mandat untuk Anies-Sandi, gubernur pembohong dan wakil gubernur Jakarta pembohong," kata Said Iqbal dalam orasinya di demo buruh depan Balai Kota Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Dicabutnya mandat itu lantaran buruh menilai Anies-Sandi ingkar janji, karena menetapkan UMP berdasarkan PP 78 Tahun 2015. Padahal saat kampanye Pilkada, Anies-Sandi sempat membuat kontrak politik yang salah satu poinnya adalah menetapkan UMP di atas PP 78 Tahun 2015.

"Kenapa kita cabut mandat? Karena dia berbohong, karena dia ingkar janji. Tinggalkan pemimpin pembohong itu. Pemimpin yang ingkar janji dan membohongi orang-orang yang telah memilihnya. Oleh karena itu kawan-kawan, saya katakan, cabut mandat! Cabut mandat! Cabut mandat!" tegas Iqbal.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA