Anies Tuding MRT-LRT Tinggalan Jokowi-Ahok Penyebab Banjir, Ini Tanggapan Adhi Karya

Rabu, 13 Desember 2017 - 20:07
Anies

Banjir melanda Jakarta, Senin 11 Desember 2017 lalu. Banjir terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota setelah hujan lebat disertai petir dan angin kencang mengguyur Jakarta beberapa jam lamanya.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir terjadi akibat sejumlah pompa penyedot air tidak berfungsi. Juga dipicu oleh tali air yang terhambat karena proyek pembangunan LRT dan MRT.


"Gatsu (Jalan Gatot Subroto) daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek lain," kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan, namun tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu ia memastikan akan menindak tegas.

"Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air, proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan karena itu merepotkan warga," ujarnya.

Sebagai kontraktor pembangunan LRT, Adhi Karya langsung menjawab tudingan Anies tersebut. Melalui akun Instagramnya, @adhikaryaid, pihak Adhi Karya mengatakan, proyek LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) selalu berusaha mengoptimalkan dan menjaga drainase yang ada.

Adhi Karya juga menyebut, membuat lubang masuk air (water inlet) langsung ke gorong-gorong di bawah jalan di sepanjang Jalan Rasuna Said Kuningan, tepatnya di lokasi Proyek LRT Jabodebek.

Respons Adhi Karya

Berikut pernyataan lengkap Adhi Karya yang diunggah di akun Instagramnya, Selasa (12/12/2017):

"Ingat hujan besar yg menimbulkan genangan di banyak tempat kemarin? Jakarta memang membutuhkan solusi komprehensif untuk mengatasi banjir. Proyek LRT Jabodebek selalu berusaha mengoptimalkan dan menjaga drainase yang ada. Di sepanjang Jalan Rasuna Said Kuningan, tepatnya di lokasi Proyek LRT Jabodebek membuat lubang masuk air (water inlet) langsung ke gorong-gorong di bawah jalan.

Semoga dengan program penyempurnaan drainase dan pembuatan sumur resapan dari Pemprov DKI akan membuat Jakarta beberapa tahun ke depan menjadi kota bebas banjir, dan berkurang kemacetannya karena Proyek LRT Jabodebek sudah mulai beroperasi. Ini semua membuat hidup warga Jakarta lebih nyaman karena terhindar dari banjir dan kemacetan."

Tanggapan Ketua DPRD DKI : Klise Itu

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengkritik keras pernyataan Gubernur Anies Baswedan terkait penyebab banjir yang melanda ibu kota belakangan ini. Dia kecewa karena Anies terkesan mencari-cari alasan.

"Saya tak bisa menerima alasan, sedang ada pengerjaan MRT, LRT, dan perbaikan jalan. Klise itu bagi saya," ujar Pras, Selasa (12/12).

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, Dinas Sumber Daya Air sudah mendapat anggaran Rp 1,5 triliun di APBD Perubahan 2017. Dari jumlah itu, anggaran pompa dan segala kelengkapannya mencapai Rp 25 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya jalan protokol benar-benar terbebas dari banjir. Namun, realita saat ini membuat Pras sangat khawatir.

"Sedih bos, lihat ibu kota begini. Tahun depan ada Asian Games, harus ada antisipasi lebih baik dan dipersiapkan lebih detail," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pengerjaan proyek infrastruktur menjadi salah satu penyebab banjir di Jalan Gatot Subroto dan Kuningan, Senin (11/12) kemarin. Anies mengatakan, pengerjaan proyek itu membuat saluran air tidak bekerja dengan baik.

"Terhambat oleh proyek yang sedang bejalan, baik MRT, LRT, maupun proyek yang lain," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA