Bakal Demo Lagi 25 November, Habib Rizieq Menyerukan Revolusi

Kamis, 10 November 2016 - 14:10
Habib Rizieq

Usai demonstrasi pada 4 November 2016 yang lalu, kini muncul lagi kabar akan ada demo susulan jilid III pada 25 November 2016 nanti. Demonstrasi ini akan dilakukan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum ditetapkan menjadi tersangka. Terkait demo lanjutan ini, Habib Rizieq,Imam Besar FPI tak membantahnya. Rizieq menyatakan jikasampai saat ini belum ditetapkan tanggalnya.

"Tanggal aksi bela Islam III belum ditetapkan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI). Tapi memang akan digelar jika penista Al-Qur'an tetap dilindungi dan dibela oleh rezim penguasa," demikian dikatakan Habib Rizieq melalui website pribadinya. Rizieq mengajak orang-orang untuk berdemonstrasi kembali


"Jika aksi belas Islam I & II tetap tidak digubris rezim penguasa dan penegakan hukum tetap mandul, maka revolusi bela Islam akan jadi solusinya," tegas Habib Rizieq.

Hal senada dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi.

"Kalau demo jilid III terjadi, maka aparat keamanan harus lebih waspada. Sebab, potensi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan lebih terbuka. Selain karena waktunya semakin dekat dengan Pilkada DKI, juga karena umat merasa kecewa demo jilid I dan II kurang direspon," ujar Muhyiddin.

"Kita tahu Pak Jokowi dekat dengan Ahok. Tapi ini realita, banyak yang mendesak agar Ahok diproses hukum. Jangan sampai hanya demi menjaga satu orang, ratusan ribu orang tersakiti," tegas Muhyiddin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sudah mendapat informasi bahwa akan ada aksi unjuk rasa pada 25 November 2016 mendatang.

"Sudah ada informasi itu," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Tito mengatakan, Polri akan melakukan upaya antisipasi agar aksi unjuk rasa pada 25 November berlangsung dengan tertib dan kondusif. Menurut Tito, hingga kini belum ada permintaan izin resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait aksi unjuk rasa pada 25 November itu.

"Biasanya beberapa hari (sebelum aksi). Undang-undang kan menyatakan, dua hari sebelumnya," tandas Tito.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA