Beredar Foto Asma Dewi Dengan Sejumlah Tokoh, Guntur Romli : Yang Main Busuk Makin Terungkap

Rabu, 13 September 2017 - 15:14
Foto Asma Dewi

Asma Dewi terus menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Selain karena ditangkap atas dugaan menyebar ujaran kebencian dan unsur SARA lewat akun media sosialnya, ia juga dikait-kaitkan dengan kelompok Saracen, dan juga Tamasya Al-Maidah.

Tak cukup sampai disitu, namanya kian dibicarakan warganet (netizen), setelah beredar foto dirinya dengan sejumlah politisi yang berseberangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 lalu.


Beberapa politisi itu, yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Waketum Gerindra Fadli Zon, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Ahmad Dhani, Buni Yani, dan beberapa tokoh lainnya.

Foto-foto itu juga mengundang komentar dari tim sukses Ahok - Djarot di Pilkada DKI lalu. Salah satunya adalah Guntur Romli. Ia mengatakan, mereka yang menggunakan cara-cara kotor di Pilkada DKI mulai terungkap.

"Wah ini bener? foto2 Asma Dewi yg kata polisi mentransfer 75jt ke Grup Saracen ya @kangdede78? Yg main busuk di Pilkada DKI makin terungkap," tulis Guntur di akun Twitternya, Selasa (12/9/2017).

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Jumat (8/9/2017), menangkap seorang wanita bernama Asma Dewi, karena diduga mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu di akun media sosialnya.

Asma Dewi disebut-sebut sebagai salah satu koordinator Tamasya Al-Maidah, sebuah gerakan yang muncul di Pilkada DKI April 2017 lalu, yang dibentuk oleh pihak-pihak yang kontra Ahok - Djarot.

Tujuan dari Tamasyah Al-Maidahmenurut para penggagasnya kala itu, adalah mengajak seluruh masyarakat dari daerah datang ke Jakarta untuk ikut mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), agar pilkada DKI berjalan aman, tertib, dan jauh dari kecurangan.

Selain itu, Asma Dewi juga disebut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen, sindikat yang diduga menyebar isu SARA dan berita hoax lewat media sosial untuk kepentingan politik.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA