Bikin Geleng-Geleng Kepala, Ini Alasan Konyol Geng Jepang Jarah Toko Di Depok

Jumat, 29 Desember 2017 - 19:41
Geng Jepang

Penyisiran terus dilakukan untuk memburu anggota geng motor Jembatan Mampang atau Geng Jepang. Tindakan mereka melakukan penjarahan telah meresahkan masyarakat dan perlu tindakan tegas.

Total 29 orang ditangkap, lima remaja pria dan tiga remaja putri jadi tersangka dan 19 orang dipulangkan karena tidak terlibat. Dua lagi anggota Geng Jepang ditangkap dan saat ini masih dalam pemeriksaan.


Selama perburuan, Polres Depok mengamankan barang bukti celana jins, jaket dan kaos hasil jarahan, puluhan senjata tajam dan bahan baku pembuat senjata tajam. Polisi kembali melakukan penelusuran di rumah kontrakan di Jalan Pitara, Pancoran Mas, Depok, Selasa 26 Desember 2017. Tempat ini sudah lama menjadi markas kelompok brutal tersebut.

Kontrakan seluas 3 x 4 meter itu terlihat cukup kumuh dengan coretan hampir di tiap dinding. Tidak ada barang berharga di dalam kontrakan ini. Terlihat hanya ada tikar dan beberapa tumpukan sampah serta kabel carger telepon genggam. Kamar mandi di dalam kontrakan ini tak memiliki pintu. Kontrakan ini dihuni secara bersama oleh anggota pria dan wanita.

Dari informasi lanjutan yang diterima, petugas kembali menangkap dua pria yang juga anggota geng motor Jepang. Dari pengakuan keduanya, polisi menemukan sejumlah senjata tajam yang disembunyikan di area perkebunan yang juga jadi tempat mereka berkumpul.

Tempat persembunyian ini tak jauh berbeda dengan kontrakan yang jadi markas utama mereka. Polisi menemukan sejumlah senjata tajam jenis parang dengan panjang rata-rata lebih dari satu meter. Menurut Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana, sejumlah senjata tajam rakitan itu ditemukan di kebun kosong belakang rumah salah satu pelaku.

"Selain senjata tajam, kami juga menemukan barang bukti berupa dua renceng kopi, celana panjang hasil jarahan dan sejumlah vcd porno," kata Putu.

Warga Depok bisa bernafas lega setelah polisi meringkus sejumlah remaja brutal yang dikenal dengan sebutan Gengster Jembatan Mampang alias Geng Jepang. Sepak terjang mereka berakhir setelah sempat menjarah sejumlah barang di toko pakaian akhir pekan lalu.

Ditemui di Mapolresta Depok, AG (16 tahun) salah satu anggota Geng Jepang mengakui, aksi kejahatan yang mereka lakukan bersifat acak dan tidak terencana. Aksi konyol sejumlah remaja tanggung ini hanyalah karena ingin mencari popularitas.

"Biar eksis aja pak, enggak ada maksud lain," katanya.

AG mengakui kelompoknya sengaja menyewa sebuah rumah kontrakan di kawasan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas Depok untuk dijadikan base camp atau markas.

"Biasanya kalau simpan barang (pedang) yang disitu," katanya.

Tak hanya menjarah toko pakaian, kelompok ini juga tercatat pernah melakukan aksi pidana lainnya seperti menjarah makanan di warteg, mencuri tabung gas tiga kilo milik pedagang nasi goreng, pemerasan hingga tawuran antar kelompok. Mereka terancam dikenakan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Kasusnya saat ini sedang dalam pengembangan Polresta Depok untuk mencari pelaku lainnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA