Bikin Status Hina TNI, Polisi Ini Langsung Dihukum & Ditahan

Kamis, 21 Januari 2016 - 10:01
Bripda Andrianto

Bripda Andrianto, polisi anggota Sabhara Polres Tana Toraja ini membuat geger media sosial gara-gara komentar yang dibuatnya. Komentar yang dibuatnya menyindir instansi TNI dan dinilai menghina TNI. Andrianto berkomentar mengenaiteror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Ia menuliskan di akun Facebook,

'Ehh kmana semua yg KATANYA pasukan NKRI waktu kejadian d tamrin?? Keselamatan bangsa terancam tpi kok ngak ada klihatan....mala polisi tuh yg maju....mereka sembunyi d belakan polisi katax mereka NKRI harga mati tapi takut mati...TNI penakut'.


Komentar Andrianto membuat banyak orang menjadi geram, atasan Andrianto pun tak tinggal diam.Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satryo langsung menghukum anak buahnya itu dan menahannya di sel tahanan.

"Dia tidak mengetahui dampak dari postingannya itu dengan menyindir teman-teman di TNI. Dia itu polisi baru yang lepas pendidikan dan kita sudah tindaki," katanya.

Di dalam akun Facebook miliknya, Andrianto tanpa berpikir panjang membangga-banggakan korpsnya yang berjibaku dengan teroris di Jalan MH Thamrin dan mendeskriditkan TNI yang disebutnya justru bersembunyi di belakang polisi.

Kapolres pada hari itu juga langsung memanggil Bripda Andrianto untuk menghadap dan memberikannya penjelasan mengenai kecerobohan tersebut.

"Kapolres pada hari itu juga sudah memanggil yang bersangkutan dan memberikannya penjelasan. Setelah itu, anggota yang mem-posting di Facebook itu langsung ditahan di sel Polres. Sedangkan Kapolres langsung meminta maaf juga secara institusi," kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Bahkan, Wakapolda Sulselbar Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono saat mengikuti Rapat Pimpinan Komandan Satuan (Dansat) Terpusat di Kodam VII/Wirabuana, juga meminta maaf atas kecerobohan anak buahnya itu.
Barung mengaku jika beberapa hari setelah tulisan anak buahnya ramai di media sosial, anggota Polres dan TNI di Toraja banyak melakukan kegiatan secara bersama-sama untuk mengantisipasi adanya reaksi berlebihan dari sejumlah oknum.

"Postingan anggota Polres Tana Toraja di media sosial facebook itu memang memicu reaksi tapi sudah diantisipasi sedini mungkin," ujar Frans.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA