Bule Tewas Mengenaskan Dengan Perut Terbuka Dan Usus Terburai

Senin, 14 Desember 2015 - 10:34
Gregory Robert Jones

Seorang bule tewas dengan kondisi mengenaskan, perutnya terbuka dan ususnya terburai. Korabn merupakan wisatawan asal Camperdown 2, Australia. Korban bernamaGregory Robert Jones (41), ia ditemukan di jarak 1 Kilometer sebelah barat Pulau Pelangi, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada Minggu (13/12/2015), sekitar pukul 14.15 WIB.

Dari keteranganAKBP John Weynart Hutagalung, Kapolres Kepulauan Seribu, korban merupakan Direktur di PT Unelec Indonesia (Unindo). Ia tinggal di Bekasi Raya Barat, Jalan swadaya PLN. Masih tak diketahui perusahaan tersebut bergerak dalam bidang apa, namun pihaknyaberkoordinasi dengan Kedutaan Besar Australia.


Korban tewas lantaran berupaya menolong seorang anak buah kapal, Kapal Tidung Expres, yang terpeleset saat kapal bersandar di Dermaga Pulau Pelangi, yakni Cecep Sulaiman (20). Korbanterpeleset saat berupaya mempersiapkan tali dampar saat kapal ingin bersandar.

"Kapal Tidung Expres yang ditumpangi korban itu berangkat dari Pulau Macan menuju Pulau Pelangi. Saat akan sandar di dermaga Pulau Pelangi, ABK Kapal, Cecep ke laut. ABK kapal lainnya, Hendi mencoba menolong dengan cara turun ke laut. Melihat ada dua orang ada di dalam air, Gregory pun menolong korban dengan cara terjun ke laut. Na'as, Gregory terkena proveler atau baling-baling kapal sehingga perutnya terkoyak," papar John.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pulau Pramuka untuk diberikan pertolongan. Sementara pihaknya masih memeriksa saksi-saksi yakni dua wisatawan asal Spanyol, yakni seorang wanita bernama Higinia (36) yang merupakan wisatawan Spanyol dan Manuel Gonzales Quijano

"Ada warga Indonesia juga bernama Boone Ricchard Deddy Irwanto (28). Untuk korban kami evakuasi dulu ke Marina Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, dan permintaan keluarga korban, meminta agar korban di otopsi dan divisum di Rumah Sakit Harapan," ujarnya.

John menambahkan, Cecep hingga kini dinyatakan hilang lantaran terbawa arus. Diketahui, saat kejadian cuaca tengah ekstrim atau mengalami hujan dan angin kencang.

"Bagi ABK Kapal Tidung Expres, yakni Cecep masih dinyatakan hilang. Namun, pihak kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan tim SAR untuk melakukan pencaharian," katanya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA