Buruh Kecewa, Sebut Ahok Kata-Katanya Kasar Tapi Jujur, Anies-Sandi Santun Tapi Pembohong

Sabtu, 11 November 2017 - 09:53
Demo Buruh

Ribuan massa dari berbagai organisasi buruh menggelar aksi unjuk rasa depan Balai Kota Jakarta menolak keputusan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2018 sebesar Rp3,6 juta, di bawah tuntutan buruh, yakni Rp3,9 juta.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, keputusan Anies-Sandi yang mengacu pada usulan pemerintah dan pengusaha sesuai dengan PP 78 Tahun 2015 tidak sesuai dengan kontrak politik mereka dengan buruh saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu, dimana salah satu poinnya adalah menetapkan UMP DKI 2018 di atas PP 78 Tahun 2015.


Karenanya, Iqbal melabeli Anies-Sandi sebagai pembohong. "Dia adalah pendusta, pembohong, dan ingkar janji!" tegas Iqbal di atas mobil komando depan Balai Kota Jakarta.

Bahkan dalam orasinya ia memerintahkan massa menunjuk ke Balai Kota sambil meneriakan 'Pembohong! Pembohong! Pembohong!' kepada dua pemimpin ibukota yang baru menjabat sekitar tiga minggu itu.

Bahkan pernyataan Sandi yang menggratiskan Transjakarta bagi para buruh, disebut Iqbal hanya mendompleng apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Sandi mengatakan bahwa ada gratis Transjakarta, itu mah omongan Ahok. Itu Ahok. Dia ulangi omongannya Ahok. Kepada buruh Ahok mengatakan, setiap penerima upah minimum DKI akan diberikan gratis Transjakarta," ungkapnya.

Tak hanya itu, Iqbal juga membandingkan karakter kepemimpinan Ahok dan Anies-Sandi. Ia menyebut, meski Ahok kasar namun ia adalah pemimpin yang jujur, sebaliknya Anies-Sandi yang terlihat santun, ternyata hanyalah pembohong.

"Mau ganti Ahok tapi kelakukannya lebih bejat dari Ahok. Ahok masih mending nggak berbohong, meski kata-katanya kasar. Tapi ini santun, cerdas, tapi pembohong, pendusta, ingkar janji," tandasnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA