Cuma Ditanya Kapan Nikah, Langsung Calon Istrinya Dibunuh Secara Sadis

Sabtu, 31 Desember 2016 - 10:53
Ari Saputra

Pembunuhan sadis dilakukan oleh seorang pria bernama Ari Saputra (20), korbannya ialah sang kekasih yang bernamaSumirawati (21). Mereka sudah lama menjalin hubungan asmara, Ari pun melamarSumi-sapaan Sumirawati. Ia mendatangi rumahSumi di Jalan Karet, Pontianak Barat.

Dia langsung menemui orangtua Sumi, Rabu (28/12/2016) malam. Saat itu Sumi juga berada di rumahnya. Di hadapan kekasihnya, Ari mengatakan melamar dan akan menikahi Sumi di hadapan orang tua gadis 21 tahun itu. Hati Sumi pun berbunga-bunga. Dia terlihat sangat senang, ketika kekasihnya memperlihatkan kejantanannya dengan melamarnya di hadapan orang tuanya.


Setelah itu, Ari berpamitan meninggalkan rumah Sumi menuju mobil Avanza putih KB 1747 SG yang dikendarainya. Kemudian Sumi membuntuti kekasihnya itu menggunakan sepeda motor matic.

Pasangan kekasih ini bertemu di jalan raya tak jauh dari rumah Sumi. Tak lama Yoga, rekan Ari tiba di lokasi pertemuan itu. Sumi masuk ke mobil Ari, sedangkan sepeda motornya dibawa oleh Yoga.

Setelah puas berkeliling di Kota Pontianak, Ari dan Sumi menuju Hotel Benua Mas di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara. Mereka check in kamar Nomor A 5 di hotel tersebut. Kamar itu disewa seharga Rp 100 ribu per delapan jam.

Di kamar hotel keduanya memadu kasih. Mereka melakukan hubungan badan. Selesai berhubungan, Sumi bertanya kapan Ari Saputra akan menikahinya.

Bukannya dijawab, Ari malah naik pitam. Keduanya cekcok mulut. Akhirnya Sumi mengalah dan dia baring di kasur. Saat itulah Ari melanjutkan perencanaan membunuh kekasihnya.

Sumi yang sedang baring, tiba-tiba dicekik Ari. Wanita ini pun berontak, berupaya melakukan perlawanan. Kakinya yang dapat bergerak bebas digunakan untuk menendang Ari. Kemudian keduanya terjatuh dan bergumul di lantai kamar.

Kewalahan melawan Sumi yang terus melawan, Ari mengambil pisau yang sudah disiapkan dari rumahnya. Dia pun menusukkan pisau tersebut ke perut Sumi.

Meskipun sudah tak berdaya, namun Sumi masih bisa berdiri. Dia mencabut pisau yang menancap di perutnya, kemudian hendak menikam Ari. Mengetahui akan ditikam, Ari pun menangkisnya. Dengan cepat dia membenturkan kepala Sumi ke meja. Dua kali benturan, Sumi pun tewas mengenaskan. Kepalanya pecah dan tergeletak di lantai kamar hotel.

Di hadapan polisi dan wartawan Ari mengaku Sumi itu mantan pacarnya. Dulunya mereka berpacaran. Namun Ari tidak menikahinya, malah menikahi wanita lain.

Belum lama menikah, Ari menceraikan istrinya. Kemudian dia pun mendekati mantan kekasihnya itu. Padahal Sumi telah memiliki kekasih.

Setelah mengetahui Ari sudah cerai dengan istrinya, Sumi pun menggantung hubungannya dengan kekasihnya tersebut. Tak memakan waktu lama, Ari pun kembali mendapatkan Sumi sebagai kekasihnya.

"Saya sudah kenal dengan Sumi sejak tahun 2015, bahkan kami pernah menjalin hubungan asmara. Sumi ini mantan saya. Kami putus setelah saya menikah. Saat saya cerai, Sumi kembali menghubungi saya dan akhirnya dekat lagi. Padahal Sumi sudah punya pacar. Tapi pacar Sumi merasa digantung hubungannya, akhirnya saya pun berani mendekati Sumi kembali," katanya.

Ari mengaku kesal, karena selalu ditanya kapan akan menikahi kekasihnya itu. Sementara dia terhimpit masalah ekonomi. Ari menganggap Sumi tidak mengerti tentang keadaannya, terlagi saat ini dia tidak memiliki pekerjaan.

"Saya kesalnya di situ, desakan menikah oleh Sumi. Sejak minggu lalu sudah saya rencanakan akan menghabisi nyawanya," ungkap Ari ketika ditemui di Mapolresta Pontianak, Kamis (29/12/2016).

Kapolresta Pontianak Kombes Iwan Imam Susilo memastikan Ari melakukan pembunuhan berencana. Pelaku telah menyediakan sarana dan alat untuk menghabisi nyawa Sumi.

"Pelaku sudah membawa pisau terlebih dahulu, kemudian menghabisi nyawa korban di Hotel Benua Mas," tegas Kapolresta.

Ari dijerat pasal 340 KUHP jo pasal 339 da 338 KUHP. Ancamannya hukuman maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA