Demi Kesembuhan Anak, Bapak Ini Rela Berdiri Jual Ginjal

Sabtu, 21 November 2015 - 12:01
Ayah Jual Ginjal

Kasih ayah pada anaknya, ditunjukkan oleh apa yang dilakukan oleh Susanto (28), Kampung Kelapa Cagak, Desa Teluk Lada, Pandeglang, Banten. Putranya, Adrian (5) menderita hepatitis B, dan ia sudah tak memiliki uang lagi. Karena itu, Susanto, rela menjual ginjalnya.

Aksi Susanto dilakukan di depan gerbang silang barat daya Monumen Nasional (Monas), persis di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).


Bapak ini berjalan kaki ratusan kilometer dari rumahnya menuju gerbang istana. Ia menuju gerbang penjagaan Istana Negara untuk meminta izin kepada Polisi Militer yang berjaga untuk menemui Jokowi. Namun pihak keamanan Istana Negara tidak mempersilahkan dirinya untuk masuk. Pria ini kemudian kembali menyeberangi Jalan Medan Merdeka Utara dan berdiri sembari membentangkan poster berwarna merah jambu yang berisi foto anaknya, di poster tersebut, ia meminta Presiden Joko Widodo membeli ginjalnya untuk biaya operasi anaknya yang mencapai Rp 1,2 miliar.

'Pak Jokowi Tolong Beli Ginjal Saya, Anak Saya Butuh Operasi 1,2 M', tulisan dalam poster.

Di poster terpampang dua foto Adrian saat masih sehat, dan saat sakit. Lebih dari delapan jam ia berdiri, belum ada sedikit pun jawaban dari balik gerbang istana. Sejumlah pengendara jalan yang melintas, nampak menyapa, dan bertanya mengenai alasan dirinya berdiri mematung di tengah teriknya matahari.

"Saya sudah habis cara, bingung mau cari uang untuk berobat anak saya. Saya datang ke sini untuk minta tolong sama pak Jokowi, tolong bantu saya-saya rela jual ginjal untuk bapak," ungkapnya memelas duduk di atas trotoar seberang istana, Jumat (20/11).

Aksi yang dilakukannya semata demi kesembuhan putra keduanya. Adrian didiagnosa menderita hepatitis B atau gangguan pada hati dan varises pada usus sejak beberapa waktu lalu. Kondisi Adrian menurun, ia kini juga mengalami gizi buruk. Susanto sudah berupaya segala cara untuk meminta bantuan, mulai dari mendatangi Bupati Pandeglang hingga Istana Negara, belum juga mendapatkan hasil. Setiap pekan, ia harus membawa Adrian pulang-pergi dari rumahnya menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memeriksakan kesehatan.

"Udah didaftarin di BPJS Kesehatan bang, tapi BPJS katanya cuma sanggup bayar pengobatan anak saya Rp 250 juta, padahal kalau mau sembuh, anak saya harus dioperasi, biayanya Rp 1,2 miliar," ungkapnya tertunduk.

Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, ia pun tak punya jalan lain selain menjual ginjalnya kepada siapa pun yang membutuhkan. Demi anaknya bisa sehat kembali.

"Saya lakuin apa aja bang buat anak, saya rela jual ginjal saya, yang penting anak saya bisa sehat bang," tutupnya.

Seiring dengan terbenamnya matahari, aksinya tersebut pun disudahinya dengan membaca surat Al Fatihah.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA