Derita Ani, Tak Hanya Dipukuli Dan Disetrika, Ia Juga Disuruh Makan Kotoran Kucing

Minggu, 14 Februari 2016 - 20:33
Siti Sri Mariani

Nasib malang dialami oleh Siti Sri Mariani alias Ani (20), wanita muda ini mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya sendiri. Ia disiksa oleh Meta Hasan Musdalifah (40) hingga mengalami luka yang parah. Ani bahkan disetrika kepalanya dan juga kakinya. Ia mengalami aniaya berat mulai dari dipukuli, disiram air cabai, bahkan hingga disuruh makan kotoran kucing.

Dalam pertemuan yang dilakukan di RS Polri Kramatjati dengan anggota DPR RI, Sabtu (13/2) , Ani menceritakan dirinya sudah bertahun-tahun mengalami penganiayaan dari majikannya.


"Pernah juga disuruh makan kotoran kucing. Enggak cuma sekali dua kali aja, sering," katanya.

Tidak tahan dengan penganiayaan yang dialaminya, Ani melarikan diri dari dalam rumah. Ia memanfaatkan situasi rumah yang tidak dihuni oleh pelaku karena ada keperluan di luar rumah.

"Ketika sudah bisa kabur, makanya saya langsung cari kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini," ujar Ani.

Ani mau bekerja di rumah majikannya, karena pernah dijanjikan disekolahkan oleh Meta. Namun seiring berjalannya waktu, bukannya disekolahkan, Ani malah dianiaya .

"Karena rayuan itulah akhirnya saya mau ikut bekerja di rumah dia (Meta)," tuturnya.

Menurut gadis 20 tahun ini, tinggal di rumah pelaku sejak tahun 2007. Ketika itu, Meta yang kebetulan kenal dekat dengan orangtua Ani, datang ke rumah dan menjanjikan akan menyekolahkan dirinya.

"Orangtua sama dia (Meta) sudah kenal baik, sudah kayak saudara. Waktu itu bilangnya mau dijadikan anak angkat dan disekolahin juga," ujar Ani.

Awalnya Meta memperlakukan Ani dengan baik. Ia mulai berbuat kasar dengan menganiaya Ani hingga babak belur bermula ketika Ani dituduh berzinah dengan Ustaz Hafiz, keponakan pelaku.

"Saya sampai dipukul berkali-kali dan disuruh mengakui perbuatan tersebut. Padahal saya enggak pernah berbuat kayak begitu. Akhirnya dengan terpaksa saya mengaku, biar enggak dipukul lagi," katanya.

Dengan nada suara yang pelan, Ani juga mengaku pernah dipukuli karena menemukan aksesoris kalung di dalam rumah. Meta yang tidak sengaja menemukan kalung tersebut di atas lemari korban, langsung menuduh Ani sebagai pencuri dan memukulnya dengan bertubi-tubi.

"Padahal itu saya cuma nemuin, enggak mencuri. Kalungnya juga bukan emas kok. Saya dituduh mencuri dan dipukulin terus. Akhirnya terpaksa saya ngaku biar enggak dipukulin," ucapnya lirih.

Sejak saat itulah, penganiayaan terus menerus dialaminya dari sang majikan selama bertahun-tahun. Beruntung setelah sekian lama, akhirnya ia berhasil melarikan diri dari rumah pelaku yang kejam tersebut.

"Saya dapat kabar juga dia (Meta) sudah di penjara, ya alhamdulillah," ungkapnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA