Digugat 100 Miliar, Ahok Ancam Penjarakan Yusri

Kamis, 17 Desember 2015 - 13:26
Yusri Dan Ahok

Seorang ibu muda menggugat Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta lantaran dibentak dengan sebutan maling. Nama wanita muda tersebut adalah Yusri Isnaeni (32), ia menuntut senilai 100 Miliar. Alexandra, kuasa hukum Yusri dari Posko Advokasi Pendidikan Jakarta Utara, mengatakan jika Yusri mengalami dampak psikologi yang amat besar.

Keterangan dari Yusri, Ahok melalui stafnya telah meminta maaf kepadanya. Permintaan maaf belum cukup, Ahok harus memberikanganti rugi senilai Rp 100 miliar.


Ahok sendiri berpendapat, bahwa Yusri menyalahi peraturan karena telah menguangkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Yusri sendiri, kata Ahok, mengaku menarik uang kontan dari KJP.

"Saya ada Pergub (Peraturan Gubernur) yang mengatur KJP enggak bisa ditarik uang kontan. Ibu itu mengaku mengambil uang kontan," ujar Ahok.

"Hanya saya dia protes, itu dari sisi perbankan saya bisa gugat, bisa dituntut 12 tahun penjara. Karena dia gunakan ATM milik anaknya," imbuhnya.

Ahok mengatakan, bila Yusri menggugatnya, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan peraturan, di mana Yusri telah melanggar aturan dengan menguangkan KJP.

"Ya sudah, kamu gugat, kami juga akan penjarain kamu. Sudah jelas kamu mencuri uang KJP. Kamu gugat, saya gugat, kita proses saja," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

Alexandra menyayangkan sikap tidak terpuji yang diduga dilakukan orang nomor satu di DKI Jakarta itu.Menurut Alexandra, Yusri hanya ingin menanyakan kepada gubernur mengenai penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP).Namuntiba-tiba, Ahok malah meneriaki Yusri maling. Dia mengaku, apa yang telah dilakukan Ahok itu bukan menjelaskan sebagai pemimpin yang benar.

Setelah peristiwa pada Kamis (10/12) itu, Yusri, sempat mengalami permasalahan. Anak Yusri sempat mau tidak sekolah karena malu. Beruntung, dia segera memberikan pemahaman kepada buah hatinya itu.

"Ini dampak psikologisnya sangat besar terhadap ibu Yusri, makanya bagi kami tuntutan sebesar itu untuk membelajarkan Ahok. Jangan lukai orang kecil, harga harkat dan wibawa masyarakat Indonesia itu sangat mahal," kata dia






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA