Dituding Sebagai Profesor Bodong, Tamim Pardede Ngamuk

Minggu, 08 Januari 2017 - 17:44
Tamim Pardede

Bambang Tri Mulyono, pria ini menulis buku berjudul "Jokowi Undercover". Buku ini berisi fitnah terhadap Presiden Jokowi, ditulis Bambang menurut prasangka pribadi. Pelaku pun sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya perbuatan Bambang Tri justru didukung oleh seorang bernamaMuhammad Tamim Pardede. Tamim diketahui merupakan seorang profesor biokimia. Tamim pun diburu kepolisian lantaran memfitnah Presiden Jokowi.

Terkait gelar profesornya, Navias Tanjung menuding Tamim sebagai profesor bodong, dan hal ini membuat Tamim berang. Tudingan itu bermula saat Tamim Pardede berkomunikasi dengan Navias Tanjung soal penangkapan dan penahanan penulis buku Jokowi Undercoper.


Navias Tanjung menanyakan siapa yang melaporkan Bambang Tri dan kenapa langsung ditahan. Tamim Pardede menjawab bahwa orang yang melaporkan Bambang Tri adalah anggota polri bernama Arvan.

Tamim Pardede juga menyebutkan bahwa Bambang Tri langsung ditahan karena dijerat UU ITE yang kewenangannya ada di kepolisian. Setelah berdebat soal kasus yang menjerat Bambang Tri, Tamim Pardede lantas menanyakan apa maksud Navias Tanjung mempertanyakan gelar profesornya.

"Terkait dengan prof aku, ada apa masalah kau sehingga kau tanya aku prof atau bukan prof. Ada yang kau kurugikan?," tanya Tamim Pardede.

Navias Tanjung lantas menjawab bahwa profesor bodong merugikan dan memalukan akademisi Indonesia.

"Oh bukan, memalukan akademisi Indonesia dong. Ikatan profesor Indonesia ada. Berapa banyak profesor bodong," jawab Navias Tanjung.

Tamim Pardede lantas menyatakan bahwa dia adalah profesor di LIPI dan Unsur.

"Eh t**ol kau tanya di LIPI, kau tanya di Unsur, siapa Muhammad Tamim Pardede guru besarnya mereka biar kau tahu. Jadi jangan kerdil otak kau t**ol. G*b**k kau t**ol, dasar," jawab Tamim Pardede dengan suara keras.

Rekaman perseteruan Tamim Pardede dengan Navias Tanjung beredar di youtube.




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA