Dituduh Dukung Ahok Karena Dapat Proyek, Addie MS Balas Dengan Tantangan

Kamis, 12 Januari 2017 - 14:01
Addie MS

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan banyak dukungan dari sejumlah selebritis dan tokoh ternama, salah satunya adalah Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang biasa disebut Addie MS, komposer yang juga merupakan produser musik.

Addie MS tulus mendukung Ahok, namun seorang netizen pemilik akun@ndh_a menuduhnya mendapatkan proyek. Addie punmenantang pemilik akun @ndh_a untuk membuktikan tuduhannya yang menyebutkan, Addie mendapatkan proyek lantaran mendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


"Kebagian proyek? Aku tak pernah dpt proyek dr Ahok. Mohon sebutkan dgn bukti agar tidak menjadi fitnah. Semoga hudupmu lbh bahagia ya," kata Addie MS lewat akun Twitter-nya, Kamis (12/1/2017).

Komentar Addie MS ini menanggapi cuitan @ndh_a yang menyebut,

"@addiems: Ahok bikin banyak perubahan positif di DKI. Sekarang disudutkan, Km dukung ahok karena kebagian proyek,kalo aku apalah???."

Melihat suami penyanyi Memes itu dituduh mendapat proyek, dukungan pun datang dari pengguna Twitter lainnya.

"@addiems dini hari ini ada aja org rese, udah om gak usah diladeni wong gemblong," ujar Rere nana.

"Mas @addiems pagi2 gini ngapain ngurusin @ndh_a yg kesepian bth tmn (katanya). Lagian dia bkn org jkt.. Riweuh," tulis @kristianjoe80.

"@addiems bocah yg lagi begadang main game di warnet itu mah, jangan di ladenin," ujar @CitradelaMS.

Bahkan ada netizen yang mendukung Addie MS untuk melaporkan akun tersebut, karena diduga menebar fitnah, sehingga bisa dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Eletronik (UU ITE).

"@addiems @ndh_a wah, bisa dibawa ke ranah hukum nich mas... Ada UU ITE, bs di tuntut 6th penjara, karna fitnah," ungkap @Serigiohantoro.

Sebagai informasi, pengaturan mengenai pencemaran nama baik dalam UU ITE termuat dalam Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat di dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."




Loading...
loading...

BERITA LAINNYA