Dodik Penghina Istri Jokowi Ditangkap, Ini Pengakuan Blak-Blakan Si Dodik

Selasa, 12 September 2017 - 22:22
Dodik Ikhwanto

Polisi menemukan bendera organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam penangkapan Dodik Ikhwanto penghina Iriana Jokowi. Keterkaitan Dodik dengan ormas tersebut sedang ditelusuri.

"Masih dalam pendalaman (status DI dalam ormas)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).


Setyo mengatakan polisi menyita beberapa barang bukti saat menangkap Dodik, seperti dua ponsel beserta simcardnya, satu bendera kelompok yang dinilai Antipancasila dan aksesoris bergambar lambang kelompok tersebut.

"Barang bukti 2 HP dan simcard, 1 bendera ormas tertentu dan 1 gantungan kunci ormas tertentu," jelas Setyo.

DI ditangkap di rumah orang tuanya di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (11/9) kemarin. Tim reserse kriminal (reskrim) Polrestabes Bandung sebelumnya mengamankan seorang perempuan berinisial DW dan meminta keterangannya terkait postingan Dodik.

Dari DW, polisi mendapati lokasi keberadaan DI dan terbang ke Palembang untuk menangkap Dodik. Dodik adalah seorang pemuda yang berstatus mahasiswa di Bandung, Jawa Barat.

Selain Iriana, Dodik Juga Hina Jokowi di Instagram

Dodik Ikhwanto tidak hanya menghina Ibu Negara, Iriana Jokowi. Dodik juga mengunggah hinaan ke Presiden Jokowi di akun Instagramnya, @warga_biasa.

"Akun penghina ini akun @warga_biasa. Akun ini dimiliki, dikuasai dan digunakan tersangka yang sudah kita dapatkan atas nama DI," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Selasa (12/9/2017).

Melalui akun instagramnya, Dodik mengunggah foto Iriana yang sudah diedit dengan kalimat-kalimat tak pantas. Bahkan selain Iriana, Dodik juga mengunggah foto-foto hinaan terhadap orang lain.

"Ada foto Ibu Jokowi (Iriana) ada juga foto Bapak Jokowi dengan kata yang tidak pantas," kata dia.

Yoris mengatakan Dodik sengaja mengunggah foto hinaan itu ke media sosial. Dodik mengaku benci dengan pemerintahan Jokowi.

"Intinya dia melakukan perbuatan ini karena memang tidak senang dengan rezim saat ini, dan kedua sengaja untuk membuat rame dan gaduh. Dan ketika ini sudah mulai ribut dia nonaktifkan akun ini," katanya.

Walau begitu Dodik mengakui menyesali atas perbuatannya. Kadiv Humas Polsri Palembang, Edi Aswan mengungkapkan, dari penelusuran database alumni, Dodik merupakan alumni kampusnya dan diwisuda bersama 1.574 mahasiswa lain dua hari lalu. Dodik masuk jurusan Teknik Mesin Polsri tahun 2014.

"Ya benar, Dodik ternyata alumni kami, tapi baru tanggal 10 September 2017 kemarin diwisuda," ungkap Edi, Selasa (12/9).

Sehari setelah diwisuda, Dodik menyamban.Berikut kronologi pengungkapan kasus penghina Iriana:

-Kamis 7 September 2017

Polisi dari Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan setelah menemukan akun Instagram @warga_biasa yang memposting gambar editan Iriana Joko Widodo dengan disandingkan kata-kata tidak senonoh.

-Jumat 8 September 2017

Polisi menangkap seorang wanita berinisial DW di Bandung. DW yang berstatus saksi mengatakan Dodik Ikhwanto yang mengunggah konten penghinaan itu dan memberi tahu keberadaan DI di Palembang, Sumatera Selatan.

-Sabtu 9 September 2017

Penyidik dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Marzuki berangkat ke alamat pelaku di Palembang untuk melakukan penangkapan.

-Senin 11 September 2017

Polisi menangkap Dodik di rumah orang tuanya pada pukul 20.00 WIB dan hari ini membawa pelaku ke Bandung untuk proses hukum selanjutnya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA