FPI Curigai Intelijen Asing Terorisasi Umat Islam

Sabtu, 16 Januari 2016 - 14:56
FPI

Aksi teror bom dan baku tembak di kawasan mal Sarinah, MH Thamrin, Jakarta membuat masyarakat menjadi geram dan mengecam aksi tersebut. Ormas FPI (Front Pembela Islam) juga menyatakan sikap mengecam aksi teror yang terjadi di Indonesia, pernyataan ini muncul usai teror Sarinah.

"FPI mengutuk dan mengecam segala bentuk aksi teror bom di Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi sampai menimbulkan korban," tulis FPI dalam Pernyataan Sikap Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) tentang Kasus Teror Bom di Jakarta Kamis 14 Januari 2016.

Surat yang ditanda tangani Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis itu, FPI juga berempati kepada semua korban dan mendesak pemerintah memberikan pengobatan sampai sembuh dan santunan kepada keluarga korban tewas.

FPI juga menegaskan serangan teror tidak berhubungan dengan Islam. Untuk itu, FPI mendesak pemerintah khususnya Polri agar menangkap, mengungkap dan menghukum seberat-beratnya pelaku teror secara profesional tanpa membabi buta.

Menariknya, di poin ke-4 surat itu, FPI mencurigai adanya gerakan intelejen asing untuk menterorisasi umat Islam. Sayangnya, FPI tidak memerinci maksud dari kata menterorisasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dirilis Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia kata ini juga tidak ditemukan.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA