Gubernur Enggak Boleh Marahin Rakyatnya

Selasa, 15 Desember 2015 - 18:39
Yusri Isnaeni

Yusri Isnaeni, ibu muda ini dibentak Ahok saat ia mengadu soal KJP, usai dibentak, ia pun mengadu pada anggota DPRD. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik.

"Waktu itu, setelah mengadu ke Ahok (sapaan Basuki), dia nemuin DPRD. Kemarin itu kan waktu hari Kamis, dia ngadu ke kita," ujar Taufik.

Yusri mengadu soal penggunaan KJP, sebuah toko di Jakarta Utara menyuruhnya mencairkan dana KJP terlebih dahulu jika ingin melakukan transaksi. Padahal, dana KJP tidak boleh dicairkan lagi. Dana KJP tersebut, rencananya akan ia gunakan untuk membeli perlengkapan puterinya. Mendengar aduan tersebut, Ahok malah marah dan balik menuding Yusri ikut menjadi maling.

Taufik menyayangkan sikap Ahok. Kata Taufik, seorang Gubernur tidak etis membentak rakyat yang mengadu kepadanya. Apalagi, Ahok hanya sebentar saja mendengar keluhan ibu tersebut. Bisa saja Ahok salah dalam memahami permasalahan Yusri.

"Gubernur enggak boleh marahin rakyatnya yang melaporkan. Itu rakyatnya bener itu, karena dia melaporkan kejadian di lapangan."

"Gubernur enggak boleh bicara seperti itu kalau pun dia maling. Terimalah dengan baik laporan itu, kemudian kaji. Kan sederhana, enggak usah marah-marah," ujar Taufik.

Taufik mengatakan, anggota DPRD sudah menjelaskan kepada Yusri akan meneruskan informasi ini ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yaitu Dinas Pendidikan DKI untuk ditindaklanjuti.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA