Guntur Romli Menyindir Ide Anies-Sandi : Malu Nyebut Rusun, Takut Dianggap Nyontek Mantan

Jumat, 10 November 2017 - 11:19
Guntur Romli

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli, menyindir ide Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk membangun rumah lapis. Menurut Romli, Anies-Sandi menggunakan istilah 'lapis' agar tak dianggap meniru pembangunan rumah susun (rusun) yang dilakukan pemimpin sebelumnya.

"Stlah kue lapis, skrng ada rumah lapis | malu mau nyebut rusun, takut dianggap nyontek mantan, biar dibilang datang dgn ide baru," tulis Romli di akun Twitternya, Rabu (8/11/2017).


Ditambahkannya, rencana Anies-Sandi ini tak sesuai dengan janji mereka di Pilkada DKI 2017 lalu, yakni membangun rumah tapak dengan uang muka (down payment/DP) 0 persen.

"Anies: Rumah Berlapis, Sandi: Hunian Vertikal, ini maksudnya Rusun pdhal janjinya rumah tapak, klu gak sesuai janji, namanya apa ya?" ujar mantan tim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 itu.

Soal rumah lapis, Anies mengakui program ini tak beda jauh dengan rusun. "Bersusun. Iya (seperti rusun), kalau Anda lihat izin-izin kalau keluar, tulisannya apa? Lapis, bukan rusun, lapis. Bahasa teknisnya lapis," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (6/11/2017).

Sedangkan menurut Sandiaga, rumah berlapis mengusung konsep rumah sederhana berbentuk vertikal dan tak setinggi rumah susun ini. Ia ini menjadi bagian dari program penataan kampung. Terutama dibuat bagi warga terdampak penggusuran di pemerintahan sebelumnya.

"Contohnya nanti di (Kampung) Akuarium. Coba lihat nanti, begitu sudah di launching itu bagian dari Land Consolidation. Kebijakan untuk menata mereka di tempat lokasinya, dengan bangunan yang tidak terlalu tinggi intensitasnya dan jaraknya menempel dengan jarak tempat tinggal mereka selama ini," ujar Sandiaga.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA