Gus Choi Mengutuk Keras Aksi Pembubaran Ibadah Natal Di Bandung

Rabu, 07 Desember 2016 - 20:35
Pembubaran Ibadah Di Bandung

Selasa (6/12/2016) terjadi aksi pembubaran Kebaktian Natal di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung oleh ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS). Hal ini sangat disesalkan, melalui akun media sosialnya, walikota Bandung, Ridwan Kamil pun meminta maaf.

Pemkot Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan semoga di masa depan koordinasi kegiatan ini bisa dilakukan dengan lebih baik, ujar Walikota Bandung.


(Maka kami) menyesalkan kehadiran dan intimidasi ormas keagamaan yang tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan peraturan serta semangat Bhinneka Tunggal Ika, katanya lagi.

Politikus NasDem, Effendy Choirie juga mengutuk tindakan anarkis pembubaran paksa Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Selasa (6/12/2016). Pria yang akrab disapa Gus Choi itu menegaskan aksi pembubaran paksa ibadah KKR Natal sebagai anti-toleransi.

"Mereka yang mengatasnamkan Islam dengan melakukan tindakan anarkhis, itu bukan cermin dari ajaran islam. Islam agama yang membawa nilai kedamaian, persaudaran, toleran," kata mantan anggota DPR RI.

Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), di Bandung pada Selasa (6/12/2016) sore oleh massa Pembela Ahli Sunnah (PAS).

"Kalau ada orang islam yang menciptakan kurusuhan, menciptakan permusuhan, dan anti kemanusiaan, itu bukan islami," ujar Gus Choi.

Untuk itu pula Gus Choi menilai aparat harus menghukum mereka yang melakukan aksi anarkis pembubaran acara ibadah agama itu ditangkap dan diganjar hukuman seberat beratnya.

"Sekaligus harus melindungi seluruh warga negara yang menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keimanan masing-masing," katanya.

Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016) malam, dihentikan setelah sejumlah orang datang ke acara tersebut dan meminta acara itu dibubarkan.

Ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Muhammad Roin mengatakan, ia dan sejumlah anggotanya meminta penyelenggara KKR menghentikan sesi kedua acara tersebut pada malam hari. Roin mengatakan, pihaknya tidak melarang aktivitas keagamaan yang diselenggarakan oleh umat agama lain.

Namun, ia meminta agar KKR dipindahkan ke rumah ibadah sesuai dengan Surat Peraturan Bersama Tiga Menteri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

"Setelah itu, mereka menyepakati pukul 18.00 WIB tidak dilanjutkan. Kami menyarankan supaya mereka melaksanakan ibadahnya di tempat yang sesuai dengan undang-undang negara ini," kata Roin di halaman Sabuga.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA