Gus Nuril : MUI Sadar Tidak Sadar Telah Makar

Senin, 09 Januari 2017 - 13:27
Ahok Dan Gus Nuril

Hari Senin (9/1/2017), Pondokpesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal di Jalan Sodong Utara, nomor 18, Cipinang, Rawamangun, Jakarta Timur, kedatangan tamu yaitu calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok pun disambut oleh Nuril Arifin alias Gus Nuril, selaku pimpinan pondok pesantren.

"Kita melanjutkan silaturahmi. Bahwa agama boleh beda, negara berdasarkan UUD 1945," ujar Gus.

Selanjutnya, Ahok dan Gus terlihat berbincang, salah satu yang dibicarakan mengenai dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51.

"Mui harus hati-hati, kalau dia mengeluarkan fatwa yang diperkuat gerakan pengawal MUI sehingga seolah-olah fatwa MUI ini positif, MUI sadar atau tidak sadar telah makar," jelas Gus.

"Karena fatwa MUI tidak mengikat di negeri ini, lebih sahih fatwa PBNU atau Muhamaddiyah yang disebut majelis," Gus menambahkan.

Gus Nuril berharap aparat keamanan, TNI dan Polri harus bertindak cepat mengatasi situasi politik yang tengah memanas. Menurutnya, ada barisan sakit hati yang tidak suka dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Jusuf Kalla, termasuk dengan Ahok.

"Jangan sampai terjebak, TNI harus bergerak tidak boleh ada hti, tentara pembebas, kalau di negara ini ada tentara ada polisi, berarti negara dalam negara. Kolaborasi macam-macam barisan sakit hati akan menggulingkan Jokowi pintunya dari sampean (Ahok)," jelas Gus Nuril.

Terkait kedatangan Ahok ini, Gus Nuril menganggap tuduhan bahwa Ahok menghina ulama tidak benar. Dalam kunjungannya, mantan Bupati Belitung Timur ini juga mendapat topi udeng dari Gus Nuril.

"Kedatangan ini menghilangkan stigma tidak menghargai ulama. Menghapus stigma mas Ahok tidak menghargai. Mendengarkan sahabat-sahabat tuanya yang menjadi ring 1 Gus Dur," kata dia.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA