Hamil 7 Bulan, PSK Ini Masih Layani Tamunya

Minggu, 03 Januari 2016 - 10:27
PSK

Demi kebutuhan hidup terkadang seseorang rela melakukan apapun, hal ini juga yang dilakukan oleh Saina Dewi (23), seorang PSK di gang Laler, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sungguh miris, meskipun ia sedang hamil besat, Saina terpaks masih tetap bekerja melayani pelanggan. Saina tampil dengan kaos ketat dan celana jeans.

Di balik pagar beton sisi Jalan Benjamin Sueb, Kemayoran, dirinya terlihat menunggu pelanggan hingga menjelang tengah malam. Sekilas, sembulan perutnya dengan usia kandungan diperkirakan tujuh bulan tidak terlihat di bawah temaramnya lampu jalan.

Kehamilannya justru diketahui saat petugas Sudin Sosial Jakarta Pusat bersama anggota Satpol PP Kecamatan Kemayoran mengamankannya pada Senin (28/12/2015) malam.

Bukan tidak ingin melarikan diri seperti beberapa rekan sesama PSK Gang Laler lainnya, Saina yang terkejut melihat kedatangan petugas hanya bisa berjongkok menyembunyikan diri.

Namun, upayanya berakhir sia-sia, dirinya yang ditemukan petugas akhirnya pasrah saat petugas meraih tangannya untuk digiring masuk ke dalam truk berjeruji milik Sudin Sosial Jakarta Pusat yang berada di sisi jalan.

Tidak hanya Saina, empat orang rekannya yang kalah cepat dengan petugas yakni, Tini Ika Lestari (29), Miana (50), Atik (22) dan Eliana (34) pun digiring dalam truk yang sama.

Walau terlihat menyesal, seluruhnya pun dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur untuk menjalani pembinaan.

Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Susanna Budi Susilowati mengungkapkan, kondisi yang dialami oleh Saina merupakan bentuk konsekuensi yang harus diterima sebagai seorang PSK.

Bukan hanya kehamilan, seorang PSK pun berpotensi besar terjangkit penyakit kelamin hingga virus berbahaya seperti HIV.

Terkait hal tersebut, dirinya pun mengungkapkan jika upaya penjangkauan yang dilakukan oleh pihaknya tidak hanya sebatas penindakan sekaligus pembinaan.

Penjangkauan justru dilakukan untuk dapat mencari tahu faktor yang memicu masing-masing PSK terjun ke lembah hitam berikut memberikan pemahaman jika pekerjaan yang digeluti mereka sangat beresiko tinggi.

"Selama ini memang yang menjadi pemicunya klasik, masalah ekonomi. Tapi itu harus digali, apakah mereka ada tekanan atau dipaksa, korban pelecehan sebelumnya atau lainnya."

"Tapi memang yang menyebabkan kenapa profesi tersebut terus beregenerasi karena pola pikir pribadinya itu sendiri yang ingin mendapatkan uang secara instan dengan cara-cara yang tidak normatif," jelasnya.

Karena itu, guna mengembalikan kesadaran dan merubah pola pikir para PSK agar lebih mandiri, rehabilitasi sosial dalam panti Sosial harus dilakukan.

Sehingga diharapkan para PSK tidak kembali turun ke jalan.

"Dalam panti, mereka kami berikan pembinaan fisik, sosial, mental spiritual termasuk pembinaan keterampilan kemandirian seperti tata boga, tata busana dan salon."

"Lewat keterampilan, kami harapkan mereka dapat menata hidup yang lebih baik," tuturnya.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA