Heboh Bahaya Ada Dokter Bedah Palsu Buka Praktek Di RS Swasta

Rabu, 27 Juli 2016 - 18:18
Postingan Gun Malik

Ada banyak cara yang dilakukan oleh orang jahat untuk memperoleh keuntungan dengan jalan menipu. Beberapa waktu lalu masyarakat digegerkan dengan kasus vaksin palsu. Belum lepas dari masalah vaksin, kini muncul dokter bedah palsu. Dokter gadungan ini mengaku bekerja di RS Prima Medika, Denpasar. Kasus ini diungkap oleh akun media sosial milik Gung Manik Artawan, diposting pada hari Jumat (22/7/2016) sekitar pukul 15.53 Wita.

Dalam akun facebooknya itu, Artawan memposting foto name tag milik seorang dokter bernama dr. Arief Sudarma.

Pada name tag tersebut tertera jika dr Arief Sudarman merupakan seorang dokter bedah, yang bekerja di RS Prima Medika Denpasar.

Di dalam foto tersebut, Artawan juga menuliskan sebuah imbauan yang berbunyi, 'Mohon hati-hati bila ada yang mengaku dokter atas nama tersebut. Tidak terdaftar sebagai anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Denpasar. Tidak ada daftar dokter bedah di RS Prima Medika Denpasar, dan name tag yang digunakan bukan identitas resmi RS Prima Medika, alias palsu. Ini penipuan'.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengaku belum mendapatkan laporan terkait munculnya isu dokter palsu di RS Prima Medika.

"Itu baru isu. Pihak RS Prima Medika belum ada melapor," jelasnya saat dihubungi melalui saluran telepon kemarin.

Namun seandainya isu tersebut benar, Suarjaya mengatakan akan segera bertindak, dengan meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk menangkap dokter yang di duga palsu tersebut.

"Kalau benar, saya minta pihak kepolisian untuk segera menangkap, Coba cek ke RS nya, ada nggak data dokter tersebut," ucapnya sembari menegaskan hingga saat ini kasus adanya dokter palsu belum pernah terjadi di Bali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar, dr. Kompiang Gautama, SpA.

Dijelaskannya, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan laporan dari RS Prima Medika sendiri terkait hal tersebut.

Imbuhnya, setiap dokter praktik wajib menempelkan SIP (Surat Izin Praktek) di tempat kerjanya. Setiap pasien yang datang berobat, berhak untuk mengetahui surat tersebut.

Sebab, melalui surat itu lah, masyakarat dapat mengetahui apakah 'dokter' tersebut benar-benar seorang dokter, atau hanyalah dokter abal-abal (palsu).

Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Bali mencoba untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke RS Prima Medika Denpasar, salah satu pegawai di rumah sakit tersebut mengatakan saat ini direktur RS Prima Medika sedang tidak dapat dihubungi.

"Maaf, saya sudah menelepon humas, katanya direkturnya sedang tidak bisa dihubungi," ucapnya singkat.








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA