Heboh Munculnya Jokowi Pappers Yang Lebih Mengerikan Dari Panama Pappers

Senin, 18 April 2016 - 19:50
Jokowi Pappers

Setelah dokumen Mossack Fonseca yang bernama Panama Papers bocor ke publik, kini pengemplang pajak kembali dikejutkan dengan dengan kemunculan Jokowi Papers

Kita tentunya masih ingat pada 2014 silam semua orang menertawakan Jokowi yang hanya seorang petugas partai bisa menjadi Presiden, kala itu beliau belum dianggap seorang negarawan dan dianggap hanya bisa plonga plongo. Namun kini, semua orang ketakutan dengan langkah Presiden Jokowi.

Jokowi ini visioner, seperti mampu melihat dengan jelas apa yang akan terjadi. Kita semua masih ingat dengan kejadian tahun kemarin, langkah berani Jokowi membekukan PSSI membuat kaget Indonesia, bahkan SBY tidak berani melakukannya. Saat itu Jokowi dianggap memundurkan sepakbola Indonesia.

Hingga beberapa saat kemudian terkuak skandal korupsi besar di FIFA dan kini semua pendukung La Nyalla yang merupakan ketum PSSI dan dianggap seorang visioner dalam dunia sepakbola Indonesia dijadikan tersangka. La Nyalla kabur ke Malaysia lalu pindah ke Singapura dan sampai saat ini masih menjadi buron.

Kini, semua pengusaha pengemplang pajak ketakutan dengan langkah Jokowi. Tahun kemarin DPR menolak keras Tax Amnesty yang dianggap bisa mengembalikan uang yang seharusnya milik Indonesia kembali ke Indonesia. Jadi bisa meningkatkan potensi pendapatan negara melalui pajak.

Awalnya banyak yang menolak karena disinyalir mereka yang menolak ini juga menyimpan dananya di luar negeri untuk menghindari pajak yang nilainya bukan main main. Namun sekarang sudah tidak lagi. DPR tak bisa melawan arus dan tetap menentang, apalagi ini adalah tentang Panama Papers yang merupakan kasus global.

Selain itu memang Tax Amnesty ini akan menimbulkan reaksi kuat dari negara negara yang disinggahi oleh mereka. Seperti yang sudah dilakukan oleh Singapura untuk menangkal Tax Amnesty ini adalah dengan memberikan kemudahan warga negara Singapura bagi mereka yang tinggal satu atap dengan warga Singapura lainnya. Jadi wajar kalau banyak pihak yang meragukan Tax Amnesty akan berjalan dengan baik.

Bocornya dana Panama Papers beberapa waktu yang lalu membuat gempar dunia, bagaimana tidak banyak nama nama petinggi terkenal dunia yang namanya tercatut dalam dokumen ini, salah satunya adalah pesepakbola dunia Lionel Messi dan pengusaha asal Indonesia Sandiaga Uno. Kebenaran mengenai dokumen ini masih ditelusuri kebenarannya oleh negara masing masing.

Beberapa pihak mengatakan kalau Panama Papers yang mengejutkan dunia tidaklah terlalu mengejutkan. Beberapa saat setelah Panama Papers terkuak Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, ia mengklaim kalau data yang dimiliki oleh Jokowi akan lebih menakutkan para pengemplang pajak.

"Data yang kami terima ini berbeda dari Panama Papers. Kami terima resmi dari otoritas negara lain. Nanti akan kami bandingkan dengan Panama Papers. Kalau konsisten berarti cocok, dan itu akan menambah potensi penggalian kita,"


Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh pernyataan Jokowi mengenai data yang ia punyai dan kemudian disebut oleh publik sebagai Jokowi Papers

"Kondisi keterbukaan yang kita tidak bisa tolak. Sebentar lagi ada keterbukaan di bidang perbankan internasional 2017 2018. Siapapun simpanan sudah dibuka total, meski keduluan oleh Panama Papers. Tapi sebelum Panama Papers-pun saya sudah punya satu bundle nama-nama,"

"Bapak simpan di Swiss saya tahu, Bapak simpan di Singapura saya tahu, Bapak simpan di TPPI saya tahu. Begitu sangat terbukanya dunia ini. Tapi nanti 2017-2018 dibuka total. Inilah keterbukaan mau tidak mau, siap tidak siap harus kita hadapi,"

"Keterbukaan semua bank, internasional akan buka-bukaan semuanya,"

Pernyataan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Jokowi ini tentunya mengingatkan kita pada pernyataan Jokowi jauh sebelum Panama Papers terkuak ke publik

"Kamu simpan uang di Singapura, di Swiss, berapa triliun, berapa miliar, kita semua akan tahu. Jadi Bapak ibu kalau ada simpanan uang di Swiss, Singapura, Hong Kong, nanti tidak bisa ditutupi lagi, jadi bagi yang simpanannya banyak, hati hati,"

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia bersama mayoritas negara-negara G-20, sepakat mengadaptasi ketentuan keterbukaan informasi perbankan untuk keperluan pajak pada 2017, atau lebih cepat dari rencana sebelumnya di 2018.

Tapi dengan adanya Panama Papers ini, banyak pihak yang meminta data data yang dimiliki oleh Jokowi ini segera dirilis ke publik.

Presiden bisa paksa Dirjen Pajak, PPATK untuk merespons nama-nama yang ada di 'Panama Papers' dengan merilis 'Jokowi Papers'. Supaya publik tahu siapa saja daftar nama orang yang tidak bayar pajak itu,"

Dengan cara ini artinya data-data nasabah perbankan bukan menjadi satu kerahasiaan lagi dan bisa diakses oleh otoritas negara manapun dunia. Sebagai presiden, jelasnya, akan mengetahui seluruh aset dan dana setiap warga negara di Indonesia. Termasuk aset dan dana yang disimpan di Swiss dan Singapura.

Nah.. Sekarang para pengusaha pengemplang pajak tidak akan bisa menghindar lagi dari Jokowi. Semoga dengan langkah ini akan bisa mengembalikan uang yang seharusnya milik Indonesia ke negara ini.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA