Ibu Ini Bertahun-Tahun Mengurus Ibu Dan Ayahnya Yang Lumpuh

Jumat, 13 November 2015 - 13:06
Imas Maryati

Imas Maryati (48) menunjukkan bakti seorang anak pada orang tuanya. Wanita ini meskipun sudah memiliki keluarga, anak dan cucu, masih saja dengan sabar mau merawat kedua orang tuanya, Omo (87) dan Oja (60), yang kini sedang sakit dan sendirian.

Omo, sang ayah menderita stroke hingga tak mampu berjalan lagi. Oja, sang ibu mengalami kelumpuhan, tak mampu berjalan, Oja juga menderita katarak dan matanya sudah buta.


"Sudah enam tahunan kondisinya kayak gini. Sudah gak bisa gerak, kalau makan disuapin aja. Kalau Emak udah dari dulu sakit kataraknya. Sekarang sudah gak bisa lihat sama sekali," ujar Imas saat menceritakan kondisi ayah di kediaman orangtuanya di Jalan Pratista II Rt 01/18 Kelurahan Antapani Kidul Kecamatan Antapani Kota Bandung, Kamis (12/11/2015).

Imas tak tinggal lagi bersama dengan kedua orangtuanya, namun mereka masih tetap berdekatan. Kedua orangtua Imas tinggal di rumah semi permanean bertembok triplek tepat di bibir Sungai Cidurian. Panjangnya sekitar 6 meter sedangkan lebarnya 3 meter yang dibagi untuk ruang teras, ruang tamu yang menyatu dengan tempat tidur dan kamar mandi.

Imas mengunjungi orangtuanya setiap hari, sedari pagi ke kediaman orangtuanya itu. Imas menggendong ayahnya seorang diri dari dalam rumah ke teras dan dibaringkan diatas kasur busa tipis. Sedangkan ibunya Oja, tetap berbaring di ranjang di dalam rumah.

Siang hari, Imas dengan cekatan mengurus ayahnya. Ia suapi ayahnya itu dengan penuh kasih sayang. Selesai memberi makan, ia membalurkan minyak kayu putih sambil memijit-mijit tubuh ayahnya. Beres mengurus ayahnya, Imas pun beralih mengurus ibunya.

"Saya anak satu-satunya, sodara-sodara bapak sudah meninggal. Jadi saya yang urus," katanya.

Imas memberi teladan tentang bagaimana berbakti kepada orangtua. Ia juga masih harus mengurus anak, cucu dan suaminya.

Imas menuturkan, hal ini ia lakukan sebagai bakti terhadap orangtua. Apalagi dengan kondisi orangtuanya saat ini, tentu setiap hari ia harus siaga menanti orangtuanya.

"Setiap hari saya jagain. Makanya saya gak bisa pergi kemana-mana, kalau pergi siapa yang ngurus," katanya.

Imas menuturkan, dari segi ekonomi, Imas sendiri mengaku kesulitan. Pekerjaan ia dan suami yang hanya sebatas kerja serabutan, tentu tak bisa ia harapkan. Untungnya, Imas berada dilingkungan warga yang begitu baik. Menurutnya, warga di Rw 18 begitu perhatian kepada keluarganya itu.

"Tiap bulan juga dari RW dikasih beras 15 kilo buat bapak sama emak," katanya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA