Ini Alasan Mengapa Salah Seorang Teroris Sarinah Tewas Tersenyum

Jumat, 15 Januari 2016 - 20:16
Afif

Seorang teroris Sarinah, Thamrin tewas dengan wajah tersenyum. Tidak diektahui apakah foto dirinya diambil saat ia sekarat atau saat sudah meninggal? Para pelaku ini beranggapan jika tindakan mereka merupakan bentuk "jihad", sehingga mengorbankan diri melakukan teror bom bunuh diri akan menjadi jalan masuk surga. Namun kenyataannya sebaliknya. Pelaku teror tersenyum ini bernama Afif, ia merupakan seorang dari 5 teroris Sarinah yang diklaim pihak kepolisian sebagai simpatisan Islamic State Iraq and Surian (ISIS) di Jalan MH Thamrin Jakarta, ia tewas setelah baku tembak dengan polisi.

Salah satu yang tertangkap kamera saat mengeluarkan senjata dari dalam tas, ialah Afif. Berkaos hitam, mengenakan topi hitam berlambang "Nike", dan menyandang ransel, tertangkap kamera saat menodongkan senjata. Ia muncul dari kerumunan massa setelah ledakan terjadi di pos polisi. Ia mengenakan kaos hitam bertuliskan ASTJ di bagian dada. Polisi meletakkan tanda identifikasi 02 dibagian dadanya. Mungkin dimaksudkan sebagai pelaku ke-2.

"Nama aliasnya Afif. Nama sebenarnya saya lupa," ujar Badrodin di Kompleks Mabes Polri, Jumat (15/1/2016) siang.

Afif tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian.


"Ya benar, yang fotonya beredar itu, dia sedang menembak," ujar Badrodin.

Badrodin menambahkan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri tidak asing dengan sosok Afif. Pada tahun 2010 lalu, Densus 88 pernah menangkap Afif di Aceh atas perkara pelatihan perang dan kepemilikan senjata. Hakim memvonisnya dengan hukuman penjara selama tujuh tahun.

Tapi siapakah yang menyangka pada hakikatnya, jihad memiliki banyak arti. Bukan hanya berperang angkat senjata. Namun seiring waktu, jihad banyak mengalami reduksi makna.

Bagi yang memaknai jihad sebagai upaya bersungguh-sungguh dalam meniti jalan menuju Allah mungkin tidak akan menimbulkan masalah.

Namun bagi yang memaknai jihad sebagai usaha sungguh-sungguh mengangkat senjata dan ditujukan kepada umat selain Islam, itulah yang fatal.

M. Quraish Shihab seperti yang dikutip dari bukunya Wawasan Al-Quran menyatakan bahwa kata jihad terambil dari kata jahd yang berarti "letih/sukar." Jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan.

"Ada juga yang berpendapat bahwa jihad berasal dari akar kata juhd yang berarti "kemampuan". Lebih jelas lagi, dalam perspektif fikh Islam klasik, jihad dimaknai dengan berperang di jalan Allah," jelasnya.

Ia mengatakan dalam Fikh Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa jihad berarti meluangkan segala usaha dan berupaya sekuat tenaga serta menanggung segala kesulitan di dalam memerangi musuh dan menahan agresi.

"Sedangkan Wahbah Zuhaili [1985] mendefinisikan jihad sebagai upaya mencurahkan daya dan upaya dalam rangka memerangi orang kafir serta menghadapi mereka dengan jiwa, harta dan lisan," tambahnya lagi.

Namun oleh orang Muslim fanatik seperti ISIS arti kata Jihad disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din (agama) Islam sebagai 'perang suci' (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.

Jihad dalam bentuk perang dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA