Ini Dia Sosok Di Balik Akun TNI AU Yang Mematahkan Tudingan Ratna Sarumpaet

Senin, 14 Maret 2016 - 13:35
Kapten Oktoberiandi

Ratna Sarumpaet menuduh Ahok telah membeli TNI, polisi dan KPK. Tuduhan serius ini mendapat tanggapan dari akun Twitter resmi TNI AU. Tanggapan pernyataan dari akun ini menjadi perbincangan hangat, akun ini berhasil meng-skakmat tudingan Ratna Sarumpaet. Tak hanya Ratna saja yang mendapat teguran dari akun ini, sebelumnya Wakil Ketua DPR sekaliguspolitikus PKS, Fahri Hamzah menjadi orang pertama yang merasakan teguran langsung dari TNI AU.

Dalam kiacaunnya, Fahri menyebutkan jikaLanud Halim Perdanakusuma bisa dijual ke tangan asing. Pernyataan ini pun mendapat respon dariadmin @_TNIAU. Tanggapan ini menjadi tamparan keras bagi Fahri Hamzah. Tak hanya Fahri, Ratna juga melontarkan tuduhan terkait dengan Gubernur DKI Jakarta. Lewat akun twitternya, iamenuding Ahok telah membeli tentara, polisi bahkan KPK untuk kepentingan Ahok.


TNI AU pun meminta bukti atas tuduhan serius Ratna, dan Ratna Sarumpaet tak bisa menunjukannya. Cuitan Twitter akun TNI AU ini mendapat pujian dari netizen, dinilai sigap dalam menghadapipandangan miring.Bahkan, tokoh perfilman Joko Anwar serta pemerhati penerbangan Alvin Lie tak ketinggalan memujinya.

Siapakah sosok di balik akun Twitter TNI AU ini?

Marsekal Pertama Dwi Badarmanto,Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara menuturkan jika akun ini dikelola olehKapten Oktobriandi. Kapten Okto merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2002. Ia ditugasi untuk mengelola akunTwitter yang dibuat sejak Juni 2012 lalu.

"Dia adalah Kapten Oktobriandi, dia sudah bekerja selama sembilan bulan," ungkap Badarmanto.

Dari informasi di forum kaskus, Kapten Okto sangat ingin menjadi penyidik/komisaris KPK lantaran ia amatprihatin dengan korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam melakukan aktivitasnya, Kapten Oktotak bekerja sendirian, melainkan dibantu beberapa personel TNI AU lainnya di lingkup media sosial. Masing-masing ada yang ditugasi untuk mengelola akun Facebook, Twitter, laman resmi sampai instagram.

Badarmanto melanjutkan, media sosial telah menjadi perhatian khusus bagi TNI AU untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sipil. Namun, dia mewanti-wanti anak buahnya agar menengahi suatu masalah tanpa menggunakan emosi dan tetap memakai data-data pendukung.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA