Ini Fakta-Fakta Dian Yuli, Pengantin Bom Bunuh Diri Mau Ledakkan Istana Negara

Minggu, 11 Desember 2016 - 16:22
Dian Yuli

Andaikata jika Densus 88 Polri tak bergerak cepat, bom seberat 3 Kg bakalan diledakkan di Istana Negara dan membuat kepanikan. Namun rencana bom bunuh diri nyatanya berhasil digagalkan, bom berdaya ledak radius 300 meter persegi ini berhasil diamankan di rumah kontrakan, Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016).

Selain menemukan bom, Densus juga menangkap tiga orang, yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Perempuan itu diketahui bernama Dian Yulia Novi. Berikut fakta-faktanya.


1. 27 Tahun

Dian lahir di Cirebon 4 Juli 1989 atau berusia 27 tahun. Alamatnya blok Jati Mulya RT 018/RW 006, Kel/ Desa, Bakung Lor Kecamatan Jamblang

2. Pada KTP nya tertulis masih lajang

Pada foto KTP-nya yang berdar di media sosial status Dian belum kawin alias lajang. Di situ juga Novi berstatus pelajar/mahasiswa. Tapi KTP ini dicetak 2013 lalu.

3. TKW

Oleh tetangganya Dian dikenal pendiam dan tak banyak bergaul. Kabar terakhir menyebut jika Dian pernah menjadi TKW (tenaga kerja wanita) di Taiwan.

4. Kelompok Bahrun Naim

Dugaan sementara, Dian dan rekannya adalah anggota kelompok Bahrun Naim dan sudah lama dibuntut polisi.

5. Tinggal di Kos-kosan

Satu kamar kontrakan nomor 104 di Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi yang digerebek Densus 88, Sabtu (10/12/2016) sore tadi ternyata disewa oleh terduga teroris perempuan, Dian Yulia Novi (DYN).

6. Tinggi kurus

Perawakan Dian yakni kurus, tinggi dan masih muda.

"Dia kurus, tinggi, masih muda, dan juga bercadar. Hanya matanya saja yang kelihatan. Suka pergi pagi-pagi, pulangnya saya tidak tahu," ujar Husein

Menurut informasi dari Husein, sebelum ditangkap DYN sudah dibuntuti oleh anggota Densus 88. Husein adalah warga yang rumahnya persis di depan kos-kosan DYN.

"Saya jam 15.00 Wib mau jemput istri saya pulang pengajian. Pas mau jemput, saya ketemu tukang ojek teman saya. Katanya, ada preman delapan orang ngikuti perempuan bercadar yang kos di depan kos-kosan rumah saya," ucap Husein di lokasi penggerebekan.

Selanjutnya, kehadiran delapan anggota berpakaian preman (pakaian biasa non dinas) yang adalah Densus 88 itu, turut dipergoki oleh tukang ojek yang adalah teman Husein.

Kepada tukang ojek itu, anggota Densus 88 bertanya dimana rumah perempuan bercadar itu. Tukang ojek menjawab tidak tahu, dan mempersilakan anggota Densus 88 untuk membuntuti.

"Ikuti saja pak, sepertinya ngekos tidak jauh dari sini. Sekitar 100 meter diikuti, saat mau masuk ke kosan, perempuan itu ditangkap. Dan kamarnya digeledah, ditemukan bom rakitan," tambah Husein.

Untuk diketahui, Densus 88 Mabes Polri, menangkap tiga terduga teroris terdiri dari dua pria dan satu perempuan di dua lokasi. Dua pria yakni Nur Solihin (NS) dan Agus Supriyadi (AS) ditangkap di dalam mobil di saat melintas di dekat Fly Over Kalimalang.

Sementara satu perempuan yakni Dian Yulia Novi (DYN) ditangkap di kos-kosan Jalan Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi. Dari kontrakan DYN, Densus 88 menyita satu bom rakitan berbentuk Rice cooker yang sudah didisposal dan terdengar satu kali ledakan. Saat ini lokasi penggerebekan masih dijaga ketat oleh personel kepolisian. Warga juga masih memadati areal tersebut.




loading...

BERITA LAINNYA