Ini Fakta Mengerikan, Aksi Sadis Suami Potong Kedua Kaki Istrinya

Kamis, 07 September 2017 - 20:37
Korban Ni Putu Kariani

Kadek Adi Waisaka Putra (36) bertindak brutal dengan memotong kaki istrinya Ni Putu Kariani (33) mnggunakan parang hingga putus di kamar kosnya Selasa (5/9/2017) pukul 17.30 Wita. Aksi sadis ini bahkan dilakukan di depan anaknya yang masih duduk di bangku SD.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian di kosan Banjar Uma Buluh, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, motif pelaku melakukan hal tersebut diduga karena cemburu si istri diduga berselingkuh.


"Kejadiannya kemarin, kaki istrinya dipotong hingga putus dengan pisau," kata seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi, Rabu (6/9/2017) yang enggan namanya disebutkan.

Dia mengatakan pelaku yang diketahui bekerja sebagai sopir freelance ini jarang bergaul dengan tetangga sekitar.

"Dia (pelaku) jarang berinteraksi dengan kami, jadi wajar warga di sini bertanya siapa pelakunya itu," ungkapnya.

Dia menceritakan kejadian ini disaksikan langsung anak pekaku yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dia sangat menyayangkan anak sekecil itu harus menanggung beban psikologis seumur hidupnya akibat kejadian tersebut.

"Bahkan anaknya ada di dalam saat kejadian itu. Kasihan anak umur segitu sudah melihat hal yang tidak pantas dilihatnya," ujarnya.

Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta mengungkapkan, kejadian ini masuk dalam penganiayaan berat. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara memotong kedua kaki korban dengan menggunakan parang.

"Kaki kiri korban yang putus dari pergelangan kaki, sedangkan kaki kanan korban nyaris putus dengan luka pada bagian tulang kering," ungkapnya.

AKBP Yudith mengatakan, motifnya melakukan hal tersebut adalah cemburu dengan istrinya. Setelah kejadian tersebut, kepolisian mengamankan barang bukti seperti sebilah parang dengan panjang mata pisau 31 cm dan panjang gagang kayu 15 cm. Selain itu 1 buah handuk warna putih berisi darah. Satu buah baju kaos warna hitam berisi darah. Satu buah celana pendek kain warna putih berisi darah

Serta satu buah ikat pinggang warna biru. Kapolres menyebutkan pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Ancaman hukumannya 10 tahun penjara," tegasnya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja menyatakan, saat itu ada seorang saksi mendengar korban meminta tolong karena terlapor membawa pedang. Kemudian, diketahui pelaku memotong kaki istrinya itu dan ada banyak ceceran darah di lantai kamar korban.

"Pelaku sudah diamankan dan diperiksa. Dugaan sementara motifnya cemburu," katanya.

Atas kejadian itu, korban langsung diantar ke Klinik Bali Med Canggu dengan mengunakan motor Vario milik pelaku, yang dikendarai oleh pelaku.

"Jadi usai cemburu, pelaku menyesali perbuatannya dan membawa korban ke klinik. Kami tetap proses dan penangannya oleh Polres Badung," terangnya.

Hilangkan Trauma Anak

Penasehat Lembaga Bantuan Hukum Bali Woman Crisis Center (LBH Bali WCC), Nengah Budawati mengecam aksi kekerasan yang menimpa Ni Putu Kariani. Kasus ini juga akan membuat anak korban trauma.

"Persoalan suami istri sangat tidak bijaksana mengumbar kekerasan di hadapan anak, karena hal ini juga menjadi traumatik anak," katanya.

Menurutnya, kekerasan yang dilakukan orangtua akan berdampak pada anak, dan cenderung anak juga nantinya akan menjadi pelaku. Menurutnya, kasus ini harus ditangani secara serius untuk menyelesaikan traumatik pada anak dari pasangan suami istri tersebut.

"Karena ini wilayah Badung, nanti pihak TP2PA rencananya akan membantu masalah psikiater dan psikologisnya ke depan," terangnya.

Menurutnya, untuk menghilangkan trauma tersebut memang perlu bantuan psikolog. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyembuhkan trauma pskologis tersebut.

"Untuk konselingnya sendiri harus kontinu dilakukan, tidak bisa hanya satu atau dua bulan saja, kalau tidak ditangi secara serius takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan," tutupnya.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA