Ini Gejala Kanker Serviks, Penyakit Mematikan Yang Merenggut Nyawa Jupe

Minggu, 11 Juni 2017 - 10:11
Jupe

Julia Perez meninggal karena menderita kanker serviks stadium empat. Jupe membeberkan ke publik bahwa ia terkena kanker serviks pada 2014. Ia sempat dinyatakan sembuh setelah berobat ke Singapura.

Namun Pada 12 Februari 2017, Jupe dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM karena terus menggigil dan kaki kirinya mulai membengkak. Begitu ganasnya kanker serviks atau kanker leher rahim ini tak banyak diketahui para wanita.


Padahal di Indonesia, diperkirakan lebih dari satu wanita meninggal dunia karena kanker serviks setiap jamnya. Sebenarnya kanker serviks adalah jenis kanker yang disebabkan oleh HPV (Human Papillomavirus) tipe 16 dan 18. Penyebaran virus ini pun tak hanya dari hubungan seksual karena HPV merupakan virus umum yang bisa ada pada setiap orang dan mudah menular.

"Penularan HPV 85 persen melalui hubungan seksual, tetapi 10-15 persen bukan seksual, bisa dari tangan, handuk, atau pakaian," ujar Prof. Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI dari Indonesian Working Group on HPV.

Di Indonesia, diperkirakan lebih dari satu wanita meninggal dunia karena kanker serviks setiap jamnya. Wanita yang sudah menikah atau yang sudah aktif berhubungan seksual berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Jika HPV telah menular saat berhubungan seksual dalam waktu beberapa atau puluhan tahun, HPV akan merusak serviks dan menimbulkan kanker. Lalu bagaimana cara mendeteksi kanker serviks ini?

Sayangnya gejala kanker serviks tidak selalu jelas dan mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai hingga mencapai stadium lanjut. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi Anda melakukan skrining serviks.

Gejala yang mungkin muncul jika Anda memiliki kanker serviks di antaranya adalah pendarahan vagina yang tidak biasa. Dalam kebanyakan kasus kanker serviks, perdarahan vagina adalah gejala yang terlihat pertama kali dan biasanya terjadi setelah berhubungan seks.

Pendarahan selain waktu haid, termasuk perdarahan setelah menopause atau pendarahan yang tidak biasa bisa jadi merupakan tanda kanker leher rahim. Segera kunjungi dokter jika kamu mengalami jenis pendarahan vagina yang tidak biasa.

Gejala lain kanker serviks yang sering dialami penderita adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan keputihan yang berbau tak sedap. Jika kanker sudah menyebar keluar dari leher rahim, sel kanker tersebut akan menyebar hingga ke jaringan atau organ sekitarnya. Hal itu dapat memicu beberapa gejala sebagai berikut.

- Sembelit

- Ada darah dalam urin Anda (hematuria)

- Kehilangan kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

- Nyeri tulang

- Pembengkakan pada salah satu kaki.

- Nyeri parah di sisi tubuh atau di bagian belakang akibat pembengkakan ginjal, terkait dengan kondisi yang disebut hidronefrosis.

- Kehilangan selera makan

- Penurunan berat badan

- Sering lelah dan kekurangan energi.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA