Ini "Jimat" Bung Karno Yang Membuat Wanita Bertekuk Lutut

Senin, 25 April 2016 - 13:24
Soekarno

Soekarno tak hanya merupakan negarawan dan Bapak Proklamator, ia juga seorang yang memiliki sikap flamboyan terhadap wanita. Banyak wanita yang jatuh hati padanya, bahkan beberapa dari manca negara. Apa rahasia Soekarno?

1. Rayuan maut yang membuat melayang


Bung Karno tak hanya pintar berorasi di depan banyak massa.
Dia juga pintar mengeluarkan kata-kata manis alias rayuan maut di hadapan wanita yang ia inginkan.

Misalnya saat ia menebar kalimat manis puitis dan filosofis pada Heldy Djafar di dalam mobil.

Saat itu Soekarno 64 tahun dan Heldy bahkan masih bau kencur.

"Dik, kau tahu? Kau tidak pernah mencari aku, aku juga tidak pernah mencari kau. Tapi Allah sudah mempertemukan kita," ucap Bung Karno.

Hasilnya? Heldy pun bertekuk lutut di hadapan Bung Karno. Atau pujiannya pada Hartini, janda lima anak yang menjerat hati Soekarno lewat sayur lodeh buatannya.

"Sudah punya lima anak, tapi masih secantik ini?," ucap Bung Karno kala itu.

2. Berkirim surat

Soekarno sangat rajin mengirimkan surat kepada para wanitanya.
Surat-surat tersebut ditulis dengan kalimat yang aduhai indahnya.
Soekarno selalu bersungguh-sungguh dalam menuliskan perasaannya lewat kata-kata yang indah.

Sumber : Tribunnews

Inilah yang membuat suratnya berbeda dengan rayuan picisan.

"Ikutlah bersamaku, Terbang bersama aku. Tetaplah jadi kekasihku," tulis Soekarno pada Kartini Manoppo, seorang pramugari.

Terbanglah hati Kartini membaca kalimat tersebut. Atau kalimat yang Soekarno gunakan untuk menenangkan hati marah Ratna Sari Dewi, wanita Jepang yang memikat hati Soekarno.

"Mengapa engkau marah pada saya? Ini membuatku sedih dan putus asa. Kekasih, tenanglah. Dewi manis, tenanglah," tulis Soekarno.

3. Loves, pesan pendek tapi ampuh

Kesibukan Soekarno membuat dia tidak bisa sering menemui wanita-wanitanya. Namun Soekarno tak pernah sekalipun lalai untuk memberikan perhatian pada wanita-wanita tersebut.

Ia selalu mengirim kabar dan membubuhi kata 'loves' dalam setiap pesan yang ia kirimkan. Ia pernah mengirim surat pada Yurike Sanger saat tak sempat bertemu dengannya.

"Always thinking of you, but impossible to meet you. For the time being physically Im not near you, but my heart is with you. Love."
Betapa melayangnya hati Yurike membaca pesan itu.

4. Cerdas dan berwawasan luas

Satu kelebihan alami yang Bung Karno miliki adalah kecerdasan. Bung Karno punya wawasan yang luas dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Dia pintar bicara pada wanita, mulai dari yang sudah berumur hingga yang masih bau kencur. Dari wanita terpelajar hingga wanita lugu di desa.

5. Mencurahkan perhatian

Soekarno memang punya banyak wanita, namun ketika ia bersama seorang wanita, ia selalu bisa membuat wanita tersebut merasa satu-satunya ratu.

Soekarno selalu bisa mencurahkan perhatian sehingga mereka sejenak 'lupa' bahwa masih ada cinta yang lain di hati sang Presiden.

Misal ketika dia sedang bersama Fatmawati, Soekarno selalu menuruti apapun keinginan Fatmawati. Dia hanya akan tertawa melihat tingkah istrinya yang manja.

Sikap Putra Sang Fajar ini memang bisa menimbulkan seribu makna, namun semua itu ia lakukan karena melihat pesona seorang wanita.

Perempuan-perempuan cantik yang membuatnya terkagum-kagum, selalu diperlakukan dengan baik. Meski banyak masalah dengan wanita, Soekarno selalu bisa menenangkan hati mereka dan mencurahkan perhatiannya.

6. Atraktif

Soekarno juga memiliki daya pikat yang luar biasa. Ia mahir berdansa, bisa memperlakukan wanita dengan baik. Soekarno yang pintar berdansa cha-cha itu bisa berganti-ganti menggandeng tangan wanita dalam 2-4 kali putaran irama. Tak ada wanita yang menolak uluran tangan Soekarno untuk berdansa.

Itulah hal-hal yang dilakukan dan dimiliki Soekarno yang berhasil memikat hati begitu banyak wanita. Kisah asmara dan pesona presiden yang satu ini memang tidak habis-habis dibahas.

Ia adalah Sang Arjuna, pemenang begitu banyak hati wanita. Tapi satu hal yang tidak boleh kita lupa, dan mengutip kata Ratna Sari Dewi dalam buku Bung Karno Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku: Kenangan 100 Tahun Bung Karno, bahwa sesungguhnya cinta sejati Soekarno adalah bangsa dan negaranya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA