Ini Namanya Pak Gubernur Mau Menang Sendiri

Selasa, 15 Desember 2015 - 19:03
Yusri Isnaeni

Wanita muda bernama Yusri Isnaeni masih tak terima dengan perlakuan Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta yang akrab dipanggil Ahok. Ia dimarahi dan dibentak maling oleh Ahok pada Jumat (11/12/2015) lalu.Ahok menudingnya maling lantaran menduga bahwa Yusri menyelewengkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Akibat tudiangan Ahok, Yusri mendapat banyak cercaan pada dirinya.

"Saya ini seorang ibu. Seandainya anak saya yang ibunya dikatakan maling, pasti dia benar-benar kesal kan ya. Coba lihat di YouTube, kok kayaknya rendah banget harga diri seorang wanita," kata Yusri.


Yusri juga menuturkan akibat bentakan Ahok pada anaknya, anak perempuannya merupakan siswi di SD Al Khairiyah, Jakarta Utara. Anak Yusri kini diolok-olok oleh temannya, menjadi pergunjingan di sekolah serta lingkungan rumahnya.

Yusri menuntut Ahok meminta maaf di publik. Yusri meminta Ahok untuk tidak selalu meremehkan rakyat kecil.

"Tolong atas nama anak saya, jangan dicabut KJP-nya. Kalau dicabut kok keterlaluan banget, ini namanya Pak Gubernur mau menang sendiri. Karena Pak Gubernur enggak melihat rakyatnya yang kesulitan," kata Yusri.

Tak hanya minta maaf, Yusri juga berencana menggugat Ahok senilai Rp 100 miliar.Menurut Yusri nilai 100 M tak sebanding dengan harga dirinya yang telah direndahkan oleh sang Gubernur.

"Makanya saya mau melapor ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Rabu saya urus semua. Saya juga mau melapor ke LBH, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan Polda," kata Yusri.

Yusri mengatakan, permasalahan penggunaan KJP juga dirasakan oleh wali murid lainnya. Jika ingin belanja kebutuhan sekolah di toko, sang pemilik toko selalu mengatakan bahwa proses pembayaran melalui KJP tengah offline. Dengan begitu, toko tersebut meminta wali murid untuk mencairkan dana KJP terlebih dahulu untuk bisa membeli perlengkapan sekolah.

"Toko di Pasar Koja itu yang bilang, kalau mau belanja seragam sekolah harus dicairkan dulu uangnya. Saya dapat KJP sudah dipotong 10 persen dan ini terjadi di semua wali murid. Terus tokonya minta uang juga," kata Yusri.

Saat itu seusai mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dicegat dua wanita paruh baya. Mereka mengadu perihal pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Sekitar dua menit meladeni laporan itu, Basuki menjawab dengan nada meninggi. Dia menuding ibu itu (Yusri) termasuk oknum penyeleweng KJP.

"Ibu kenapa cairin duit KJP di toko? Ini bukan tokonya yang salah, melainkan ibu yang salah," kata Basuki.

"Bukan cuma toko yang maling. Ibu juga maling. Catat namanya, periksa, penjarain aja dia," kata Basuki ketus sambil terus menunjuk-nunjuk dua wanita itu.

Sumber : tribunnews.com






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA