Ini Tanggapan Polisi Mengenai Rekaman Menyeramkan Percecokan Indria Dan Suami

Selasa, 05 September 2017 - 18:05
Indria Dan Suami

Abdul Malik Aziz, tersangka pembunuhan pegawai BNN Indria Kameswira masih diperiksa intensif di Polres Bogor. Polisi menjerat Malik dengan pasal pembunuhan berencana. Bagaimana penampakan Malik?

Dari foto yang diperoleh, Selasa (5/9/2017), Abdul tampak duduk dengan mengenakan kaos warna oranye dan celana selutut. Tangannya terborgol di belakang.


Di foto lainnya, Abdul tampak duduk dengan hanya menggunakan celaka pendek selutut saja. Tangannya juga dalam keadaan terborgol di belakang.

Indria, yang merupakan pegawai Diklat BNN Lido, Bogor, tewas akibat ditembak Abdul di rumah mereka di kawasan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jumat (1/9). Abdul yang sempat melarikan diri ditangkap aparat gabungan di Bengkong, Riau, Minggu (3/9) malam.

Abdul mengaku tega membunuh istrinya karena cekcok soal ekonomi. Namun pengakuan tersangka ini kerap berubah-ubah.

"Yang bersangkutan masih mengaku karena cekcok keluarga masalah ekonomi," ujar Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangannya, Selasa (5/9).

Dari pengakuan sementara, Akbar mengaku tega membunuh istrinya karena dipicu cekcok. Persoalannya, urusan rumah tangga yang tak lagi harmonis.

Keluarga Akbar sempat memperdengarkan rekaman video dan audio yang disebut cekcok Akbar dengan Indria. Dalam rekaman terdengar pertengkaran suara perempuan dan seorang pria.

Keluarga mengklaim suara itu adalah Akbar dan Indria. Namun belum bisa dipastikan kebenaran suara dalam rekaman adalah dua orang yang dimaksud.

"(Rekaman) nggak ada urusannya sama ini. Pokoknya, mau apa pun alasannya, itu kan hanya motif," kata Kapolres Kabupaten Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading saat dihubungi, Selasa (5/9/2017).

Dicky menyebut Akbar belum pernah bicara mengenai detail cekcok yang terjadi, termasuk adanya kekerasan. Dia menegaskan proses hukum tetap berjalan.

"Ya, terus kalau cekcok dikata-katain, kenapa? (Kalau) itu pembelaan dia, silakan. Tapi (ada unsur) memberatkan dia, nggak terbuka sama sekali barang buktinya (senpi), menyembunyikan," sambung dia.

Selain itu, polisi belum berencana memeriksa kejiwaan Akbar. Polisi tetap menggali keterangan Akbar terkait pembunuhan Indria.

"Waktu pergi ke sana (kabur) sehat-sehat saja, begitu ketangkap, asam urat (kambuh) dan lain-lain," ujar Dicky.






Loading...
loading...

BERITA LAINNYA