Ini Yang Dikhawatirkan Kuasa Hukum Ahok Jika Sidang Disiarkan Langsung

Selasa, 03 Januari 2017 - 13:15
Ahok

Hari ini, Selasa (3/1/2017), sidang kasus dugaan penistaan agama yang menjerat calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar. Sidang ini diputuskan untuk tak disiarkan secara live. Tim kuasa hukum Ahok telah meminta agar majelis hakimmelarang sidang ini digelar langsung. Awak media hanya bisa mengambil gambar sidang sebelum persidangan dimulai.

Salah satu tim kuasa hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi mengaku khawatir apabila wartawan diizinkan untuk meliput materi persidangan yang sudah memasuki pokok perkara maka nantinya bisa mempengaruhi keterangan para saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.


"Kalau menurut KUHAP saksi diperiksa satu persatu, saksi yang belum diperiksa tidak boleh ada di dalam ruang sidang. Supaya mereka tidak mendengarkan keterangan saksi yang sedang diperiksa. Kalau disiarkan live, ya tidak ada maknanya dong menyuruh mereka keluar ruang sidang, nanti kan bisa saja saksi yang belum dipanggil malah nonton televisi," kata Trimoelja, Selasa (3/1/2017).

"Makanya biasanya itu hakim yang berpengalaman bilang, 'saksi yang belum mendengar keterangan saksi lain, yang masih ada di dalam ruangan silahkan keluar', itu supaya mereka tidak saling mencocokkan satu sama lain. Jadi maksudnya saksi didengarkan satu persatu ya seperti itu. Itu berlaku untuk semua saksi, mau saksi fakta, pelapor atau ahli," tambahnya.

Menurut Trimoelja, alasan agar persidangan tidak ditayangkan langsung adalah untuk menjamin keamanan para saksi yang dihadirkan. Mengingat, lanjut dia, sidang Ahok telah banyak menyedot perhatian masyarakat terutama umat muslim di Indonesia.

"Yang penting karena ini perkara sangat sensitif, kalau live nanti dikhawatirkan saksi-saksi dari pihak terdakwa takut. Faktor keamanan para saksi," terangnya.




loading...

BERITA LAINNYA