Inilah Penyebab Ahok Membentak Yusri

Selasa, 15 Desember 2015 - 17:24
Basuki Tjahaja Purnama

Seorang ibu muda beranak satu mengancam mempolisikan Ahok dan menggugat senilai 100 Miliar. Ibu bernama Yusri Isnaeni ini tak terima dibentak dengan kata maling oleh Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta.

Ahok sendiri menjelaskan alasan dirinya membentak Yusri terkait dengan masalah Kartu Jakarta Pintar (KJP).


"Kami lagi cek. Prinsipnya dia sudah mengakui kalau dia menarik kontan KJP," kata Basuki.

Ahok jelaskan jika kini KJP sudah tidak bisa tarik tunai lagi, KJP hanya dapat digunakan secara non-tunai atau tap melalui alat electronic data capture (EDC). Ahok menilai jika toko yang mencairkan dana KJP juga ikut bermain.

"Kalau perlu, kami lapor sekali. Jadi, banyak sekali toko itu jualan duit lebih untung dibanding jualan barang," kata Basuki.

Sebab, lanjut dia, ibu itu juga memberi "komisi" sebesar 10 persen untuk toko tersebut.

"Toko ini jualan duit dapat 10 persen, itu kejahatan. Yang main-main kayak gitu, kami akan coret (KJP-nya)," kata Basuki.

Yusri Isnaeni sebelumnya mencegat Basuki yang baru mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD DKI. Di saat itulah akhirnya Ahok membentak Yusri.

"Bukan cuma toko yang maling. Ibu juga maling. Catat namanya, periksa, penjarain saja dia," kata Basuki ketus sambil terus menunjuk-nunjuk Yusri dan seorang rekannya.

Sementara itu, Yusri mengaku hanya berniat bertanya kepada Basuki perihal pencairan dana KJP. Sebab, menurut Yusri, KJP memang tidak bisa dicairkan.
Yusri mengaku mencairkan dana KJP di toko di Pasar Koja, Jakarta Utara. Toko tersebut yang meminta Yusri mencairkan dana KJP. Yusri mengatakan, dana KJP itu akan dia gunakan untuk membeli perlengkapan putrinya.

"Kata tokonya kalau mau belanja seragam sekolah harus dicairkan dulu uangnya. Kok malah saya yang disalahkan Pak Gubernur, saya hanya menyampaikan keluhan saya. Tolong atas nama anak saya, jangan dicabut KJP-nya, kalau dicabut Pak Gubernur keterlaluan banget, mau menang sendiri," kata Yusri.

Sumber : kompas.com






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA