Istri Hamil Tewas Terlindas truk, Suami Lemas Terisak-Isak Tak Kuasa Menahan Pilu

Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:21
Ilustrasi

Peristiwa memilukan menimpa keluarga pasutri Harli (35) dan Sri Lestari (34), warga Jalan Walisongo Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah. Dengan berat hati Harli harus menerima kepergian sang istri yang sedang mengandung.

Sri meninggal akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Siliwangi, sekitar Bapas Semarang, Kamis (12/10/2017) malam. Saat itu Sri tengah berjalan kaki dari arah selatan (Penerbad) ke utara. Dari arah barat (Krapyak) seorang pengendara motor Honda Revo berpelat nomor H 3291 ZY melintas ke arah timur (Hanoman).


Menurut Kanitlaka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito, diduga akibat kelalaian si pengendara motor, terjadi kecelakaan yang turut melibatkan Sri. Sri tertabrak motor hingga terpental ke arah kanan, di mana pada saat itu sebuah truk tanpa pelat nomor melaju dari arah barat ke timur. Truk tersebut dikemudikan oleh Dedi Sudaryono (41), warga Ngaliyan, Semarang.

"Tubuh pejalan kaki itu masuk kolong truk. Kemudian terlindas ban truk belakang sisi kiri," jelas AKP Sugito.

Pengendara motor yang diketahui bernama Vemi Adiesta Rukmana (19), warga Jalan Palir Asri Podorejo Ngaliyan Semarang, mengalami patah tulang pada bahu kiri dan robek di pelipis. Dirinya dirawat di rumah sakit Columbia Asia Semarang.

"Pejalan kaki cidera kepala berat, badan dan kaki robek tak beraturan. Dia meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah dibawa ke Kamar Mayat RSUP Dr Kariadi," ungkap AKP Sugito.

Kecelakaan yang dialami Sri membuat Harli lemas seketika setelah mendengar kabarnya. Ia duduk di bangku kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang, menyiratkan kepedihan dan perasaan terpukul, Kamis (12/10/2017) malam. Sri, yang kandungannya tengah mencapai usia satu bulan itu, telah memiliki seorang anak perempuan berumur delapan tahun, buah cintanya dengan Harli.

"Dia hamil, Mas. Aku kudu omong piye karo Dika, karo Sinta (saya harus bilang bagaimana ke Dika, ke Sinta)," serunya sambil terisak-isak.

Meski telah berusaha menahan kepedihannya, Harli tak kuasa membendung air yang menetes dari matanya.

"Tak kuat-kuatke gak nangis. Aku isih mikir ngopeni anakku seng umur wolung tahun (Saya kuat-kuatkan tidak menangis. Saya masih mikir merawat anak saya yang umur delapan tahun)," tambahnya.

Harli datang ke rumah sakit didampingi belasan kerabat Sri. Beberapa dari mereka tampak memeluk Harli sembari berusaha menenangkannya dan membawanya menjauh dari ruang jenazah.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA