Itu Fitnah Yang Guobloknya Minta Ampun

Jumat, 05 Februari 2016 - 14:43
Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai jika pernyataan Abraham 'Lulung' Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sebagai pernyataan yang tak mendasar. Lulung menyatakan jika proyek pengadaan uninterruptible power supply (UPS) merupakan hasil barter dengan tiga program pada APBD Perubahan 2014.

Tiga program yang disebut barter dengan pengadaan UPS adalah program pembelian lahan RS Sumber Waras, Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Basuki menyebut pengadaan UPS sudah dilakukan sejak 2013 lalu.


"Enggak ada barter-barteran, kalau dia ngomong barter ya enggak bisa," kata Basuki, seusai meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016).

Basuki mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2014. Di dalam rancangan tersebut, tidak ada usulan pengadaan UPS.

"Sekarang kita ngomong, deh. Kalau dia fitnah barter, itu fitnah yang guobloknya minta ampun! Jadi itu fitnah yang agak goblok, kasih tahu Lulung," kata Basuki.

Basuki menyebut hal itu sebagai fitnah karena seharusnya tercantum pengadaan UPS dalam KUA-PPAS Perubahan 2014. Di KUA-PPAS Perubahan 2014, kata Basuki, tercantum usulan anggaran pembelian lahan RS Sumber Waras. Sementara tidak ada usilan pengadaan UPS.

"Kalau barter, waktu kami tandatangan KUA-PPAS Perubahan 2014, ada (anggaran) UPS dong. Kenapa enggak ada?" kata Basuki.

"Masa dagang barter, lo enggak mau cantumin (pengadaan UPS)? Kan penandatanganan Mou antara pemerintah sama DPRD. Kalau ada barter, bodoh enggak dia enggak masukin (UPS)? Bodooh," kata Basuki dengan ketus.

Lulung sebelumnya menyebut ada oknum DPRD DKI yang "bermain". Pada 4 Agustus 2014, oknum tersebut menghapus anggaran untuk membeli lahan RS Sumber Waras, KJP, dan KJS. Sementara itu, anggaran UPS juga tidak masuk.

Lulung mengatakan, ada barter program antara oknum eksekutif dan oknum DPRD agar anggaran RS Sumber Waras dan UPS bisa sama-sama masuk dalam APBD Perubahan 2014.

"Jadi, kalau mereka berbohong dalam memberi kesaksian, hanya satu yang saya katakan. Hanya Tuhan, Ahok, dan Ferrial Sofyan selaku Ketua DPRD yang lama yang tahu," ujar Lulung.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA