Janggal, Ini Perbedaan Sikap Mencolok Kedua Teman Mirna

Selasa, 26 Januari 2016 - 19:34
Hani Dan Jessica Wongso

Kasus tewasnya Wayan Mirna (27) masih terus ditelusuri oleh pihak kepolisian, polisi menyelidiki beberapa saksi termasuk dua orang teman Mirna yaitu Jessica Kumala Wongso dan Hani. Kedua wanita ikut menemani Mirna di lokasi tewasnya Mirna, di Olivier Cafe, Grand Indonesia. Mirna kejang-kejang dengan mulut berbusa usai meneguk es kopi Vietnam, polisi menemukan jika ia sengaja dibunuh seseorang. Pelaku memasukkan sianida ke dalam kopi yang diminum oleh Mirna. Ada reaksi yang berbeda saat Mirna kejang-kejang di lokasi, suatu hal yang sedikit janggal. Saat diperiksa polisi, keduanya juga menunjukkan sikap yang berbeda.

Berikut perbedaan sikap antara Jessica dan Hani dalam kasus Mirna:

1. Hani panik luar biasa, Jessica tenang saat melihat Mirna sekarat

Jessica adalah orang yang memesankan tempat dan minuman di kafe Olivier untuk Mirna dan Hani. Dia juga mengatur tempat duduk Mirna dan Hani kopi. Kopi pun datang dan beberapa menit kemudian Mirna dan Hani datang.

Setelah beberapa teguk menimun kopi, Mirna mengeluh mulutnya panas. Tak lama kemudian dia mual dan kejang. Nah, saat itulah menurut pegawai kafe, reaksi Hani sangat panik. Dia kebingungan dengan kondisi temannya dan berupaya menolong. Namun, Jessica tetap tenang.

"Dia minum satu shot, 'slrup..' gitu. Dia ada penolakan, ada gestur 'Apa sih!' Terus mukanya kaya panas gitu. Jadi kita hitung dia sampai enam kali melakukan seperti ini. Dia minum sedikit doang. Kemudian dia begini berkali-kali. 'Panas...panas...panas' gitu. Mbak Hani ini panik," kata orang di dalam sebuah transkrip yang disebut-sebut pelayan kafe.

Selanjutnya, dalam transkrip itu seorang penyidik lantas bertanya, "Sebentar, saya mau tanya respon daripada si Jessica ini saat dia (Mirna) kejang seperti apa? Petugas kafe itu lantas menjawab bahwa Jessica tampak tenang saat Mirna mulai collapse. "Dia tenang sekali menurut saya dibanding (teman) satunya (Hani) yang panik bukan main," ujar pelayan itu.

Polisi pun tak membantah isi dari transkrip yang beredar luas di masyarakat itu.

2. Begitu kejadian, Jessica susah untuk dimintai keterangan, sedangkan Hani begitu kooperatif

Sedangkan Hani sangat kooperatif. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti pada Sabtu (9/1/2016) malam, pihaknya sudah meminta Jessica untuk ikut ke kantor polisi menjalani pemeriksaan. Namun, permintaan itu ditolak.

Lantaran statusnya masih saksi, kepolisian pun tidak punya hak untuk memaksa. "Dia tidak mau ya sudah, kami tidak bisa paksa karena masih saksi," ujarnya.

3. Jessica tenang dan tersenyum, Hani bungkam lalu menangis

Jessica menjalani pemeriksaan Senin (19/1/2016) lalu. Kedatangannya ke Mapolda Metro Jaya didampingi sang pengacara Yudi Wibowo Sukinto. Begitu keluar dari pemeriksaan, Jessica tampak tenang menghadapi para wartawan yang sudah menunggunya. Bahkan dia tampak santai dan sesekali tersenyum.

Hal itu berbeda dengan reaksi Hani seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/1/2016) lalu. Begitu keluar dari pemeriksaan, Hani yang mengenakan kaos merah muda itu bungkam dan langsung menangis saat dicerca pertanyaan oleh awak media.

Gadis cantik itu mempercepat langkah kakinya sembari menundukkan kepala kemudian masuk ke dalam mobil Honda CR-V berplat nomor B 828 TON.








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA