Jokowi Borong Burung Mlaah Dinilai Memberi Contoh Buruk

Senin, 04 Januari 2016 - 17:44
Jokowi Lepas Burung

Tindakan Jokowi memborong burung di Pasar Pramuka, Jakarta untuk kemudian dilepaskan kembali, malah membuat organisasi Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group mengkritik Jokowi. Gunung Gea, Direktur Scorpion menyesalkan tindakan Jokowi tersebut lantaran merupakan cara yang keliru. Dalam akun Facebooknya, Jokowi menggunggah foto dirinya melepaskan burung yang dibelinya di Pasar Pramuka, Jakarta, Sabtu (02/1/2016). Menurut Gea, Jokowi bukan menunjukkan upaya menjaga ekosistem, namun malah menegaskan tidak adanya perlindungan satwa liar, lantaran hampir semua burung di Pasar Pramuka diperdagangkan secara ilegal karena diambil langsung dari habitatnya di alam liar.

"Cara Jokowi itu justeru menegaskan tidak adanya upaya penegakan hukum terhadap perlindungan satwa liar," katanya.

Ia menilai, jika Jokowi ingin menjaga ekosistem, seharusnya ia memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengendalikan pengambilan burung dari alam.

"Meskipun burung yang dibeli tidak dilindungi, tetapi pengambilan satwa satwa liar di Pasar Pramuka dilakukan tanpa izin," katanya.

Dijelaskan Gunung, Pasar Pramuka adalah salah satu pasar satwa terbesar yang banyak memperdagangkan satwa liar secara ilegal.

Ia mencontohkan peristiwa baru baru ini ketika petugas BKSDA Jawa Timur berhasil menyita 2400 burung yang diambil secara ilegal dari Kalimantan Timur dan hendak dikirim ke Pasar Pramuka di Jakarta.

Sementara itu Investigator Senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano mengatakan, Presiden Jokowi seharusnya memberi perhatian terhadap perdagangan ilegal satwa liar yang semakin mengkhawatirkan dengan cara menutup pasar pasar satwa liar.

Marison mengkhawatirkan langkah Jokowi yang memborong burung di Pasar Pramuka akan menjadi tren dan diikuti masyarakat.

"Itu akan sangat berbahaya karena malah mendorong pengambilan burung dari alam liar secara besar besaran akibat permintaan yang kian meningkat," tuturnya.

Menurut Marison, lebih dari 20.000 burung liar diperjualbelikan secara ilegal dengan terbuka setiap saat di Jakarta.

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena populasi liar tidak akan dapat bereproduksi secara cepat untuk menggantikan burung-burung tersebut.

Scorpion secara rutin melakukan pemantauan perdagangan satwa liar di pasar-pasar satwa. Dari sana diketahui bahwa hampir semua satwa liar diperdagangkan secara ilegal karena diambil langsung dari habitatnya di alam liar.

Beberapa jenis dari satwa itu termasuk spesies yang dilindungi, seperti elang tikus, elang ular bido, berang berang, Serak Jawa, dan lain lainnya,







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA