Kakek Sakit Jiwa Penggal Kepala Bayi, Dibawa Keliling, Videonya Bikin Merinding

Kamis, 12 Oktober 2017 - 20:41
Kakek Gila

Orang sakit jiwa atau gila memang beragam-ragam kelakuannya. Ada yang hanya berdiam diri, ada yang berteriak-teriak tapi yang paling membahayakan adalah melukai dirinya sendiri dan orang lain.

Namun mereka bukan untuk dihindari tapi harus diselamatkan hidupnya dengan memasukkan mereka ke rumah sakit jiwa untuk proses penyembuhan.


Namun bukan berarti orang bergangguan mental yang sudah bebas dari rumah sakit jiwa tidak dijamin sembuh total. Kakek bernama Mikhail Elinsky, 42 tahun asal Astrakhan, Russia bebas dari rumah sakit jiwa 6 tahun yang lalu.

Tapi keputusan rumah sakit jiwa itu membebaskan Mikhail berbuntut fatal. Tak selang berapa lama, Mikhail melakukan pembunuhan dan mutilasi. Seorang bayi yang tak lain adalah cucu Mikhail sendiri menjadi korbannya.

Awal mula kejadiannya adalah ketika Tatiana, ibu bayi tersebut hendak keluar rumah dan anaknya duduk di sepeda roda tiganya. Mikahil tiba-tiba datang menghampiri mereka dari dalam rumah.

"Dia menghampiri kami dan menarik anak saya lantas membawanya didapur, menutup pintu dan mulai membunuh serta memengal kepala anak saya."

Bukan hanya membunuh dan memengal kepala cucunya tersebut, kakek gila itu juga menikam perut Tatiana dengan pisau.

"Saya berlari ke dapur untuk menghalanginya tapi perut saya ditusuk dengan pisau olehnya." ujar ibu itu.

Setelah melakukan eksekusi kepada cucunya yang masih berusia 18 bulan itu, Mikhail mulai dengan adegan horor lainnya. Ia berkeliling di jalanan sambil menenteng kepala cucunya dan membawa sebilah pisau. Polisi lantas dihubungi untuk menangkap kakek itu.

Dirasa berbahaya karena membawa pisau dan melawan polisi, Mikhail harus ditembak polisi untuk melumpuhkannya. Sebelum kejadian ini, Tatiana pernah memohon agar Mikhail tidak dibebaskan dari rumah sakit jiwa. Lantaran 6 tahun lalu Mikhail pernah membunuh seorang wanita. Mikhail didiagnosis mempunyai masalah mental bernama paranoid schizophrenia.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA