Kalau Mau Adu Iman, Tunjukkan Dengan Ketegasan Kinerja

Sabtu, 09 Januari 2016 - 17:16
Ahok

Isu SARA memang bahan yang kerap digunakan menjelang Pilkada, pengalaman Pilkada DKI Jakarta 2012 yang lalu, isu ini juga digunakan untuk menjatuhkan lawan. Jelang Pilgub DKI Jakarta 2017, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengeluarkan ultimatum agar seluruh pejabat DKI tidak bermain isu SARA. Ahok juga menuturkan jika anak buahnya memang benar-benar orang beriman, maka akan ditunjukkan dengan sifat yang sidiq, fathonah, amanah dan tabligh.

"Kalau mau ngomong iman dan Tuhan di depan saya, buktikan sumpah jabatan tadi betul dengan tidak terima apa-apa. Kalau yang tadi tidak betul, berarti agamanya cuma di KTP. Kalau mau adu iman dan agama sama saya, tunjukkan dengan ketegasan kinerja dan kejujuran," ujar Ahok.

Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dalam 'Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrasi serta Pengawas' di halaman Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2016). Ahok memberi contoh salah satu pejabat yang dengan berani jujur melaporkan gratifikasi kepadanya dan KPK. Dia adalah Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati.

"Saya senang dengan Bu Tuti yang asli melaporkan gratifikasi ke saya langsung. Ini kerudungnya asli. Agamanya benar. Jelas benar. Tapi kalau yang lain enggak usah ngomong depan saya," lanjutnya.

Ahok menyebut berbagai cara dilakukan pihak yang tidak menyukainya untuk mencari celah menjelang Pilgub 2017. Tak terkecuali dengan isu SARA.

"Jadi kalau enggak suka sama saya, orang lain bilang saya mau pindah agama segala macam. Saya enggak gampang jualan agama, kalau enggak dapat hidayah Allah lebih baik saya enggak jadi pejabat. Daripada pura-pura bohongin orang. Saya disumpah jabatan asli," tegas Ahok.

"Kalau sumpah pura-pura mending enggak usah salat, ke gereja dan ke pura. Bikin malu saja. Masjid (Fatahillah di Balai Kota) sudah jadi. Saya ingin setiap masuk ke masjid ini, Anda ingat (sifat) Nabi Muhammad SAW yang sidiq, fatonah, amanah dan tabligh. Saya ingin Anda ingat sumpah jabatan. Ini penting," sambungnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ahok kembali mengingatkan kepada seluruh anak buahnya yang pernah menerima gratifikasi untuk melapor ke KPK. Jika tidak maka Ahok tidak segan-segan bakal memecatnya.

"Saya ulang lagi terakhir, saya sangat serius untuk memberantas korupsi dan gratifikasi di Pemda DKI. Saya selalu percaya kalau semua dibuat transparan maka kita akan membawa kebenaran. Semua harus terang benderang, enggak ada gelap dan enggak ada remang-remang," kata Ahok.

"Banyak bapak ibu enggak suka sama saya, saya tetap pilih kalau kerjanya baik kok. Sekali lagi saya harap tidak ada lagi remang-remang atau gelap-gelap. Kalau nanti gelap, saya bawa lampu sorot supaya bapak ibu malu nanti," ujarnya.








Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA