"Kehebatan-Kehebatan" Jessica Dalam Kasus Pembunuhan Mirna

Selasa, 26 Januari 2016 - 15:36
Jessica Kumala Wongso

Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) mendekati penetapan tersangka. Polisi berulang kali memeriksa saksi-saksi yang ada, mencoba menguak misteri kematian wanita cantik yang dibunuh dengan sianida saat sedang asyik ngopi di Olivier Cafe, Grand Indonesia. Pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi banyak bukti, namun mereka tetap berhati-hati, tak mau salah langkah dan berujung proses praperadilan.

Seorang sumber di Polda Metro Jaya mengatakan, kasus pembunuhan dengan racun hanya bisa dipatahkan dengan scientific investigation.


"Ini bukan kasus kejahatan jalanan. Pembuktiannya harus benar-benar disertai data ilmiah yang akurat," tegasnya.

Rencananya, hari ini mereka menggelar ekspose di kejaksaan. Nah, salah satu yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah teman ngopi Mirna, Jessica Kumala. Sebab, dia adalah orang yang memesankan kopi untuk Mirna dan Hani. Selain itu dia juga membuang celana yang dipakainya saat kejadian.

Jessica pun beberapa kali diperiksa dan dia ternyata memiliki kemampuan untuk mematahkan bahwa dialah pelaku pembunuhan itu.

Di bagian lain, Kombespol M. Iqbal tak ingin berspekulasi apa pun soal penyelidikan yang dilakukan polisi.

"Saya no comment terkait hal-hal teknis. Biarkan petugas menjalankan penyelidikan dan mari kita tunggu bersama hasil ekspose besok," tutur perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Berikut fakta-fakta "kehebatan" Jessica dalam kasus pembunuhan Mirna:

1. Jessica memilih tempat yang "aman" dari CCTV saat ngopi dengan Mirna

2. Dia juga langsung membuang celana yang dipakainya saat ngopi bersama Mirna. Hingga polisi mengamankan SR yang merupakan pembantu Jessica yang diminta majikannya untuk membuang celana itu.

3. Sumber di kepolisian menjelaskan bahwa Jessica sudah menjalani tes lie detector. Ternyata Jessica bisa menumbangkan uji kebohongan itu. "Uji kebohongan memang bukan tes yang tak bisa dimanipulasi. Tapi, ini menunjukkan bahwa Jessica punya kemampuan memanipulasi perasaannya. Dia sangat dingin," kata sumber itu.

4. Dari sejumlah tes yang diberikan psikiater forensik, Jessica gagal.

5. Jessica juga punya pengetahuan dan kompetensi soal kimia, termasuk sianida. Hasil itu dikuatkan keterangan yang didapat setelah koordinasi dengan Australia Federal Police (AFP). Jessica ternyata pernah bekerja di sebuah perusahaan kimia di Australia. Rekam jejaknya memang tidak ada masalah berarti. Tapi, ini menunjukkan bahwa Jessica punya kompetensi di bidang kimia.

Sumber : jpnn.com






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA