Kepergok Senggama Dengan Istri Orang, Ini 3 Ancaman Hukuman Bupati Katingan

Jumat, 06 Januari 2017 - 13:42
Bupati Katingan Dan Farida Yeni

Bupati Katingan,Ahmad Yantenglie harus menahan malu lantaran perbuatan terlarang yang dilakukannya dengan istri seorang polisi. Farida Yeni, wanita yang berprofesi sebagai PNS itu kepergok tanpa busana bersama dengan sang bupati, keduanya bersenggama. Kini keduanya terancam sanksi, untuk sang bupati terancam tiga sanksi sekaligus.

Pertama, hukuman pidana. Yantenglie terancam hukuman penjara karena dilaporkan oleh suami Farida Yeni, Sul ke polisi atas dugaan perzinahan.


Kedua, karir politik Yantenglie juga bakal terancam. Yantenglie terancam kehilangan jabatannya sebagai Bupati Katingan.

Ketiga, Yantenglie juga akan dikenakan sanksi adat dari Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sanksi adat itu bakal diberikan karena Yantenglie yang juga sebagai orang asli Dayak dinilai telah melakukan perbuatan asusila yang bertentangan dengan norma sosial di masyarakat.

"Kita hormati proses hukum negara yang sedang berjalan saat ini. Tetapi DAD juga akan menerapkan hukum adat atas kasus ini," ujar Ketua DAD Kalteng H Agustiar Sabran, Kamis malam (5/1/2017).

Namun untuk melaksanakan hukum adat tersebut, jelas Agustiar, terlebih dulu akan dibahas bersama DAD Kabupaten Katingan.

"Kita juga akan berhati-hati, tidak tergesa-gesa. Semua akan dipertimbangkan dari semua aspek dan unsur, termasuk unsur keadilannya," imbuh Agustiar seraya menyatakan bahwa pihaknya juga akan terus memantau perkembangan kasus yang menimpa Bupati Katingan tersebut.

Lebih lanjut ditegaskan Agustiar, dalam kasus ini DAD akan lebih mengutamakan untuk menjaga perasaan masyarakat Kabupaten Katingan khususnya dan Kalteng secara umum.

DAD, kata Agustiar, juga mengharapkan agar kasus yang sedang menimpa Bupati Katingan ini tidak sampai mengganggu jalannya roda pemerintahan di daerah setempat. Terutama pelayanan kepada masyarakat.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Katingan, agar tetap tenang dan tidak perlu resah. Selain itu, kami juga mengimbau semua pihak agar tidak perlu berlebihan dalam menyikapi kasus yang terjadi Kita percayakan kasus ini kepada pihak berwenang untuk menanganinya," pungkas dia.




loading...

BERITA LAINNYA